Selimuti Kabut Asap, Pemkab Palas Berlakukan Sistem Belajar Jarak Jauh (analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com,Padanglawas - Pemerintah Kabupaten Padanglawas memberlakukan sistem belajar jarak jauh untuk mengantisipasi dampak sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla), yang saat ini menyelimuti wilayah Kabupaten Padanglawas ( Palas).
Bupati Padangawas Putra Mahkota Alam Hasibuan menerbitkan surat edaran ( SE) untuk penyesuaian kegiatan pembelajaran untuk satuan pendidikan PAUD, TK, SD, dan SMP sederajat memakai metode sistim pembelajaran jarak jauh atau WFH (Work From Home).
Dalam kutipan surat edaran itu, sistim pembelajaran jarak jauh ( PPJ) untuk satuan pendidikan jenjang PAUD hingga SMP sederajat diberlakukan mulai hari ini Jum'at, 16/10) hingga pada 21 Oktober 2026.
Pemberlakuan pembelajaran jarak jauh itu, sebagai bentuk upaya perlindungan kesehatan dan keselamatan dari Pemerintah Kabupaten Padanglawas kepada para peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan lainnya di tengah ancaman kondisi cuaca kabut asap saat ini.
"Pemberlakuan PPJ ini akan di evaluasi secara berkala dengan memperhatikan kondisi kualitas udara dan petunjuk dari pihak berwenang. Informasi mengenai perpanjangan atau kembalinya KBM tatap muka akan disampaikan kemudian," demikian bunyi kutipan SE tersebut.
Dari data informasi BMKG Balai Besar Wilayah I Sumut, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Padanglawas Adi Siregar menyebutkan, kabut asap di Padanglawas diperkirakan sebaran dari asap kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan. Kondisi kualitas udara masuk dalam kategori sedang tidak sehat.
Adi mengimbau kepada masyarakat supaya menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah. Hal tersebut, bertujuan untuk mengantisipasi dampak paparan kabut asap yang saat ini terjadi menyelimuti wilayah Kabupaten Padanglawas.
Ia juga meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.
(ATS/NAI)