Pemerintah Aceh dan Pemko Langsa Panen Raya Padi

Pemerintah Aceh dan Pemko Langsa Panen Raya Padi
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra saat menyerahkan bantuan alat pertanian kepada salah petani di Gampong Alue Pineung, Kecamatan Langsa Timur. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Langsa - Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan sekaligus bersinergi memperkuat ketahanan pangan Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kota Langsa menggelar Gerakan Panen Raya Padi Tahun 2026 di Gampong Alue Pineung Timue, Kecamatan Langsa Timur, Selasa (27/10/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Dr Azanuddin Kurnia, MP, mengatakan, momentum ini menjadi kebangkitan sektor pertanian sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan lahan persawahan pascabencana, meningkatkan produktivitas padi, dan menjaga keberlanjutan pangan bagi masyarakat.

"Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karenanya, ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau harus dijaga melalui kerja sama pemerintah, petani, penyuluh, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan,"ujarnya

Selain itu, bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025 lalu telah memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian di Aceh. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 57.107 hektare lahan sawah terdampak sehingga pemulihan lahan dan peningkatan kembali produksi pertanian menjadi tantangan bersama.

Kemudian, untuk mempercepat pemulihan tersebut, Pemerintah Pusat telah memberikan dukungan berupa bantuan benih padi, jagung, dan kedelai, optimasi lahan, rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian, serta pupuk bersubsidi. Dukungan juga diberikan pada sektor perkebunan dan hortikultura guna memulihkan perekonomian masyarakat.

"Pemerintah Aceh mengalokasikan kegiatan pengembangan kawasan padi seluas 14.715 hektare dan kawasan jagung seluas 970 hektare. Khusus Kota Langsa, melalui Direktorat Serealia telah dialokasikan bantuan benih padi untuk lahan seluas 1.025 hektare yang terdampak banjir,"jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, capaian ini membuktikan bahwa keterbatasan luas wilayah pertanian bukan penghalang untuk menghasilkan prestasi apabila didukung kerja keras, kolaborasi, dan pengelolaan pertanian yang baik.

Sementara Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di Kota Langsa.

Selain itu, pemulihan lahan persawahan terdampak bencana dan dukungan bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian menjadi bagian penting dalam mengembalikan produktivitas pertanian masyarakat.

Dikatakan, keberhasilan panen raya tersebut tidak terlepas dari peran nyata penyuluh pertanian di lapangan serta komitmen Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) dalam mendukung sarana dan prasarana pertanian, sekaligus memberikan pendampingan secara langsung kepada petani selama proses pemulihan pascabencana.

“Panen raya ini menjadi simbol ketahanan pangan lokal dan nasional. Kita berharap momentum ini menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus mendukung program swasembada pangan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Langsa akan terus mengupayakan dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, terutama untuk pemulihan lahan persawahan dan penyediaan sarana pengairan. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah kekeringan pada musim tanam mendatang serta memperkuat kemandirian pangan Kota Langsa.

Dia menambahkan gerakan panen raya padi di Gampong Alue Pineung Timue, luas tanam dan luas panen masing-masing mencapai 105 hektare. Kawasan tersebut juga telah memperoleh berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi sektor pertanian pascabencana.

Adapun dukungan yang telah diberikan meliputi optimasi lahan sawah seluas 73,47 hektare, bantuan benih padi sebanyak 2.625 kilogram, pupuk urea 11.888 kilogram, pupuk NPK 18.680 kilogram, serta pupuk MG sebanyak 7.500 kilogram.

Selain itu, pogram pemulihan lainnya yang telah diselesaikan mencakup bantuan tiga unit irigasi perpompaan dan satu unit rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Berbagai bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air, mendukung produktivitas lahan, dan menjaga keberlanjutan usaha tani masyarakat.

(DIR/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi