Gillian Victoria Chandra Siap Ikuti Pemilihan Puteri Anak Indonesia 2026 di Jakarta. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Gillian Victoria Chandra terpilih menjadi salah satu perwakilan Provinsi Sumatera Utara untuk mengikuti ajang nasional Pemilihan Puteri Anak Indonesia 2026, pada 31 Oktober mendatang di Jakarta.
Siswa Klas IX SMP Sutomo I Medan ini sebelumnya dinobatkan sebagai Puteri Anak Indonesia Sumatera Utara 2026 pada ajang pemilihan yang sama yang digelar Yayasan Rissa Chyntia Alzahra (RCA).
Selain Gillian ada tujuh anak-anak muda berprestasi dari Sumatera Utara lainnya yang akan mengikuti ajang serupa yakni pemilihan Putri Batik Remaja 2026, Puteri Remaja Indonesia 2026, Puteri Remaja Indonesia Lingkungan 2026, Puteri Batik Cilik 2026, Puteri Anak Indonesia Pariwisata.
Mereka adalah Keizha Ivania Br Sembiring (Puteri Batik Remaja Sumatera Utara 2026), Sarah Carolyn Suntiur Saing (Puteri Remaja Indonesia Sumatera Utara 2026), Tamara Sari Sipayung (Puteri Remaja Indonesia Lingkungan Sumatera Utara 2026), ?Cahaya Simanjuntak (Puteri Batik Cilik Sumatera Utara 2026), Elora Sibarani (Runner Up 2 Puteri Batik Cilik Sumatera Utara 2026), Callysta Berlian G Hutabarat (Puteri Anak Indonesia Pariwisata Sumatera Utara 2026) dan Queen Siregar (Puteri Anak Indonesia Lingkungan Sumatera Utara 2026).
Gillian mengaku telah mempersiapkan dirinya untuk ikuti ke ajang tingkat nasional tersebut. Selain mental, dirinya juga terus belajar serta akan menampilkan bakat-bakat yang dimilikinya.
Gillian Victoria Chandra usai jumpa pers di Bumbu Nusantara, Minggu (25/10/2026).
"Selama lima bulan terakhir, sejak bulan Mei, saya sudah mempersiapkan berbagai bakat yang saya miliki. Bakat tersebut meliputi bermain biola, membaca puisi, dan bernyanyi. Saya juga mempersiapkan berbagai lainnya, termasuk mempersiapkan pakaian atau dress yang akan saya kenakan," kata remaja yang disapa Gilly ini.
Gilly bilang menyukai dunia modeling dan dunia fesyen. Bahkan pada usia tiga tahun pernah menjadi model untuk busana hasil desain sang nenek.
"Kebetulan, nenek saya adalah seorang perancang busana (fashion designer) bernama Nilawati Iskandar. Sejak kecil, tepatnya saat berusia tiga tahun, saya sudah menjadi model untuk busana hasil desain beliau. Bahkan, pakaian yang saya kenakan sekarang juga merupakan hasil desain nenek saya," ungkapnya.
Dulu, ia perah bercita-cita menjadi seorang perancang busana karena sangat menyukai dunia fesyen. "Menurut saya, fesyen mungkin dianggap tidak terlalu penting oleh sebagian orang, tetapi bagi saya, fesyen merupakan salah satu bentuk seni," ucapnya.
Gilly ternyata memiliki banyak prestasi, antara lain Champion Lomba Akrab Sutomo 1 Ted talk show 2025, Debate Finalist Lomba Akrab Sutomo 1 2026, Finalist IEC EPC Speech 2025, Champion IEC EPC Newscating 2025, 5th runner up IEC EPC Spelling bee 2025, 3rd runner up spelling bee tio ciu festival season 5.
Selain itu, 1st winner Noble school spelling bee 2019, 1st runner up Noble School cerdas cermat 2022, 2nd runner up IEC English premier cup spelling bee 2024, 1st runner up EF Newscasting 2019, Peraih medali perak OSPAN (Bahasa Inggris)2022, Peraih medali emas NOSeC (Bahasa Inggris)2022.
Gillian bersama perwakilan dari Sumut lainnya dan Regional Director Puteri Anak dan Remaja Indonesia Sumatera Utara, Rita Santi Sinaga.
Kemudian, peraih medali perak OSPAN (Bahasa Indonesia)2022, peraih medali perah OSPAN (matematika)2022, peraih medali perunggu POSI (IPA)2023, peraih medali perak POSI (Bahasa Inggris) 2024, 5th runner up IEC English premier cup Newscasting 2024, 6th Runner up IEC English premier cup Spelling bee 2023 dan Puteri anak Indonesia Sumatera Utara.
"Saya senang mengikuti lomba public speaking karena saya suka tampil di atas panggung. Selama beberapa tahun terakhir, saya telah memenangkan banyak perlombaan, termasuk berbagai kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN)," ungkapnya.
Gilly mengatakan mendapat dukungan dari orang tua dan sekolahnya. Ia pun berharap dari ajang ini mendapatkan pengalaman baru. "Menang atau kalah bukanlah hal yang utama bagi saya. Saya ingin belajar banyak hal baru dan menjalin pertemanan dengan banyak orang, terutama karena nanti ada banyak finalis yang akan saya temui di ajang ini," ucapnya.
Di kategori anak, Gilly akan menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi anak-anak Indonesia. Ia menilai interaksi anak dapat berkurang ketika proses pembelajaran lebih banyak dilakukan dari rumah, termasuk dalam situasi yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kebakaran hutan di Kalimantan.
Melalui advokasinya, ia ingin mendorong anak-anak agar mampu berkomunikasi dengan baik serta menyampaikan gagasan mereka, termasuk dalam menghadapi persoalan yang berdampak luas bagi masyarakat.
Doa dan Dukungan
Sementara itu, Regional Director Puteri Anak dan Remaja Indonesia Sumatera Utara, Rita Santi Sinaga, mengatakan para peserta telah menjalani persiapan sejak terpilih dalam ajang tingkat provinsi pada Mei 2026.
Persiapan tersebut meliputi pelatihan catwalk, kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking, pengembangan bakat, hingga penguatan mental dan wawasan.
“Keberangkatan ini bukan sekadar membawa nama daerah, tetapi mereka membawa kebanggaan Sumatera Utara. Kami percaya mereka siap secara mental, bakat, dan wawasan untuk bersaing di tingkat nasional,” ujar Rita.
Ia berharap masyarakat Sumatera Utara turut memberikan dukungan dan doa agar para perwakilan daerah tersebut dapat memberikan penampilan terbaik dan meraih prestasi di tingkat nasional.
Rita mengungkapkan, persaingan tahun ini diperkirakan cukup ketat karena para peserta akan berhadapan dengan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Meski demikian, ia optimistis para peserta asal Sumatera Utara mampu bersaing. Pada penyelenggaraan sebelumnya, perwakilan Sumatera Utara juga berhasil meraih prestasi di kategori remaja.
“Kalau kita lihat, persaingannya cukup ketat karena peserta dari daerah lain juga bagus-bagus. Namun, saya yakin dengan anak-anak Sumatera Utara,” katanya.
(WITA)