Kualitas SDM Jadi Kunci Utama, Lebih dari 80 Persen Lulusan Poltekpar Terserap di Dunia Kerja

Kualitas SDM Jadi Kunci Utama, Lebih dari 80 Persen Lulusan Poltekpar Terserap di Dunia Kerja
Sidang Senat Terbuka Wisuda 596 wisudawan dan wisudawati Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan dari jenjang Diploma III, Diploma IV, dan Magister Terapan yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Medan - Pariwisata Indonesia terus memperkuat daya saingnya melalui penciptaan sumber daya manusia yang handal dan profesional. Hal tersebut mengemuka dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda 596 wisudawan dan wisudawati Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan dari jenjang Diploma III, Diploma IV, dan Magister Terapan yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa.

Keberhasilan institusi pendidikan vokasi ini dalam membekali mahasiswanya tercermin dari tingginya angka penyerapan lulusan di dunia kerja, di mana lebih dari 80 persen lulusan Poltekpar di bawah Kementerian Pariwisata berhasil terserap secara profesional, sementara sebagian lainnya memilih untuk merintis jalur wirausaha maupun berkarier di luar negeri.

Tingginya angka penyerapan tenaga kerja ini tidak terlepas dari sistem pendidikan vokasi yang diterapkan, yang menitikberatkan porsi pembelajaran pada praktik lapangan. Sebanyak 70 persen dari total kurikulum pembelajaran di Poltekpar merupakan porsi praktik, sementara 30 persen sisanya difokuskan pada penguasaan teori.

Dengan pola pendidikan yang aplikatif tersebut, rata-rata masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan tercatat sangat kompetitif, yakni sekitar tiga bulan saja. Secara keseluruhan, dari enam institusi Poltekpar yang berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata, jumlah lulusan setiap tahunnya mencapai lebih dari 2.000 hingga mendekati 3.000 orang.

Sebagian besar lulusan ini terserap di dalam negeri, sekitar 10 persen memilih bekerja di luar negeri, dan sebagian lainnya mengembangkan usaha mandiri terutama di sektor kuliner serta perjalanan wisata.

Dalam arahannya di hadapan para wisudawan, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat krusial dalam pengembangan pariwisata yang berdaya saing global.

Menurutnya, potensi keindahan suatu destinasi tidak akan mampu mendatangkan dampak ekonomi yang optimal apabila pengelolaannya tidak ditangani oleh tenaga profesional yang memiliki kompetensi tinggi di bidangnya.

Penegasan tersebut diperkuat dengan pernyataannya bahwa sebaik apa pun daya tarik yang dimiliki suatu daerah, jika tidak dikelola oleh SDM berkualitas, maka kawasan tersebut hanya akan menjadi sekadar destinasi tanpa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

“Sebagus apa pun daya tarik yang kita miliki, kalau tidak dikelola oleh SDM berkualitas, tentu hanya akan menjadi destinasi dan tidak memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat di sekitarnya,” ujarnya, Sabtu (24/10/2026).

Lebih lanjut, Ni Luh menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan vokasi pariwisata saat ini dirancang khusus untuk menjawab dinamika industri yang semakin mengutamakan kualitas pelayanan serta prinsip keberlanjutan atau sustainability.

Dengan demikian, para lulusan diharapkan tidak hanya cakap dalam mengikuti tren perkembangan pariwisata modern, tetapi juga mampu menerapkan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan dalam mengelola destinasi wisata.

Selain dipersiapkan untuk terserap di sektor formal, para lulusan juga didorong untuk mampu menciptakan peluang usaha mandiri yang pada akhirnya dapat memperluas lapangan kerja baru bagi masyarakat luas.

Menekankan pentingnya fondasi profesionalisme dalam pariwisata domestik, Ni Luh juga menyampaikan pandangannya bahwa sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan panorama alam serta tingginya angka kunjungan wisatawan.

Sektor ini membutuhkan kehadiran para tenaga profesional yang mampu menghadirkan pelayanan prima, merancang produk wisata yang inovatif, serta berkomitmen menjaga kelangsungan destinasi dalam jangka panjang.

“Pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan jumlah kunjungan. Kita juga membutuhkan tenaga profesional yang mampu memberikan pelayanan prima, mengembangkan produk wisata, dan menjaga keberlanjutan destinasi,” katanya.

Ia berharap para lulusan Poltekpar senantiasa membekali diri dengan kombinasi keahlian teknis yang kuat, integritas tinggi, jiwa kepemimpinan, kreativitas, serta kepedulian yang mendalam terhadap kelestarian lingkungan dan kebudayaan setempat.

Direktur Politeknik Pariwisata Medan, Nagtemin, menyampaikan bahwa wilayah Sumatera Utara menyimpan potensi pariwisata yang sangat luar biasa besar, mulai dari keindahan Danau Toba, kekayaan kuliner khas Medan, hingga keragaman budaya yang kaya.

Potensi yang melimpah ini tentu membutuhkan kehadiran tenaga-tenaga profesional agar dapat dikelola dan dikembangkan secara optimal menjadi pengalaman wisata yang berkualitas tinggi, sekaligus mendatangkan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ia merinci bahwa lulusan Jurusan Kepariwisataan dipersiapkan secara khusus untuk berkontribusi dalam perumusan perencanaan dan pengelolaan destinasi, tata kelola perjalanan wisata, serta pengembangan pasar pariwisata.

Di sisi lain, lulusan Jurusan Hospitaliti dibekali dengan kompetensi mendalam di bidang perhotelan, restoran, tata hidang makanan dan minuman, tata boga, serta patiseri.

Rangkaian acara wisuda yang mengusung tema "Leading Tourism Excellence, Shaping North Sumatra’s Future" ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Poltekpar Medan dalam melahirkan sumber daya manusia pariwisata yang kompeten, adaptif terhadap kemajuan teknologi, serta memiliki daya saing tinggi guna mendukung pembangunan kepariwisataan di Sumatera Utara secara berkelanjutan.

(RZD/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi