Melukis dengan Kuas Ajaib

Oleh: Sausan Mumtazah Depri Harahap. Hari Senin yang lalu Misha diberikan tugas melukis dari gurunya dan tugasnya akan dikumpul besok lusa. Misha sangat bingung, lagi pula dia tidak punya alat melukis di rumahnya. Tiba-tiba ibu Misha memanggil "Misha, ayo cepat berkemas! hari ini kita akan ke rumah nenek!". Misha terkejut dia baru teringat bahwa kemarin ibunya bilang kalau mereka hari ini akan ke rumah nenek. "Huh kenapa sih harus ke rumah nenek, tugasku kan banyak!" keluhnya. Tapi Misha tetap akan ke rumah nenek.

Sesampainya di rumah nenek, Misha sangat terkejut karena pemandangan di rumah nenek sungguh indah karna rumah nenek berada di pedesaan yang masih bersih udaranya dan bagus pemandangannya. Misha pun sangat ingin menjelajah di rumah nenek karena rumah nenek sangat besar dan setahu Misha ada gudang di loteng atas.

Saat tiba menjelajah di gudang atas ia melihat ada kotak yang sudah sangat berdebu, ia turun ke bawah dan menanyakan kepada neneknya "Nek, ini kotak apa?" tanyanya. Nenek pun menjawab "Ini kotak alat lukis kakekmu dulu,". "Boleh aku memilikinya?" tanya Misha. "Boleh," nenek menjawab.

Misha pun mencobanya di kanvas miliknya. Selesai dia melukis, ia melihat lukisannya terlihat sangat nyata. Setelah kering, ia mencoba menyentuh lukisannya, ternyata lukisannya asli. Ia pun masuk ke dalam lukisannya, kebetulan tadi dia melukis dunia lolipop dan sungai coklat serta hewan-hewan yang sangat lucu. Misha sangat senang di dalam lukisan itu dia punya banyak teman di sana dan dia memakan banyak lolipop. Tiba-tiba terdengar suara ibunya memanggil. "Misha, ayo kita pulang,". Misha pun kembali dan berterima kasih kepada neneknya karena sudah memberikan alat lukis.

Sesampainya di rumah ia menunjukkan lukisannya kepada ibunya. Ibunya sangat terkagum melihat lukisan Misha "Wah lukisanmu sangat bagus Misha!" ucap ibunya. "Ibu percaya kita bisa masuk kedalamnya?" tanya Misha. "Percaya," jawab ibunya. "Apa ibu mau masuk?" tanya Misha lagi. "Boleh!". Mereka pun masuk kedalam lukisan. Ibunya sangat terkejut tapi ibunya khawatir jadi mereka kembali pulang.*** (Penulis adalah siswi kelas VI A SD Model Al-Azhar Medan)

()

Baca Juga

Rekomendasi