BMKG: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

BMKG: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Kondisi cuaca di Kota Medan beberapa waktu lalu (Analisadaily/Jafar Wijaya)

Analisadaily (Medan) – Berdasarkan update potensi cuaca ekstrem sebelumnya, BMKG memantau masih terdapat indikasi peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi, R. Mulyono R. Prabowo mengatakan, kondisi tersebut dipicu adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal, yaitu aktifnya Monsun Asia yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia.

Kemudian terbentuknya pola konvergensi dan terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah, suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan.

"Serta diperkuat dengan adanya fenomena gelombang atmosfer ata Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia," katanya melalui siaran pers yang dikeluarkan BMKG, Rabu (1/1).

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem, curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah sebagai berikut ini:

Periode 1 sampai 4 Januari 2019

  • Lampung
  • Banten
  • Jawa Barat
  • DKI Jakarta
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • D.I. Yogyakarta
  • NTB
  • NTT
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Tengah
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku
  • Papua
Periode 5 sampai 7 Januari 2019

  • Bengkulu
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • D.I. Yogyakarta
  • NTB
  • NTT
  • Kalimantan Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua
"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," imbau R. Mulyono.

(JW/RZD)

Baca Juga