Minta Nasi Goreng, Mandor Angkot Tewas Dikeroyok

Minta Nasi Goreng, Mandor Angkot Tewas Dikeroyok
Jenazah korban penganiayaan di Jalan Pasar Baru (Analisadaily/Jafar Wijaya)

Analisadaily.com, Medan - Seorang mandor angkutan kota (angkot) tewas setelah berkelahi dengan karyawan salah satu kafe di Jalan Pasar Baru No. 14, Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Rabu (29/1) sekira pukul 02.20 WIB.

Informasi diperoleh Analisadaily.com, korban bernama Abadi Bangun (42) warga Jalan Bahagia, Gang Budi Utomo, No. 163, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing mengatakan, dalam peristiwa itu pihaknya telah memeriksa 12 orang saksi yang terdiri dari karyawan kafe, warga sekitar serta sekuriti.

"Tidak tertutup kemungkinan diantara saksi bisa menjadi tersangka jika terbukti terlibat mengeroyok korban," kata Martuasah, Rabu (29/1) sore.

Martuasah menjelaskan, sebelum terjadi perkelahian, sekitar pukul 01.30 WIB korban bersama temannya, Jerry, mendatangi warung Mie Aceh Pasar Baru yang berada di samping Kafe Delicious Mie Aceh Baru untuk meminta nasi goreng. Namun ia disuruh sabar dan harus melapor ke pemilik warung.

"Korban merasa tidak terima dan memecahkan kaca steling warung Mie Aceh. Selanjutnya korban bersama Jerry meninggalkan lokasi menuju Jalan Jamin Ginting Simpang Pasar III yang merupakan lokasi pengutipan angkot Rahayu," jelasnya.

Selanjutnya, sekitar pukul 02.05 WIB saksi Heru Gunawan Kaban tiba di Jalan Jamin Ginting Simpang Pasar III. Korban meminjam sepeda motor saksi dengan alasan pulang ke rumah untuk ganti pakaian yang basah. Korban kemudian pergi bersama Jerry membawa sepeda motor saksi jenis Honda Supra Fit merah hitam BK 3334 LC.

Setelah itu, korban bersama Jerry tiba di rumahnya dan meminta uang sebesar Rp 20.000 kepada Hendri Kapri dengan alasan lapar dan akan membeli makan.

Kemudian korban bersama Jerry kembali ke warung Mie Aceh Pasar Baru dan mengancam karyawannya menggunakan parang.

"Karyawan tersebut meminta tolong, pemilik Kafe Delicious Mie Aceh Baru, Mahyudi mendatangi korban dan bertanya apa yang terjadi," terang Martuasah.

Kemudian Mahyudi mengambil kayu broti dan langsung memukul korban. Perkelahian pun tak bisa dihindarkan. Karyawan kafe ikut memukuli mandor angkot itu sampai tersungkur di badan Jalan Pasar Baru.

Aksi pengeroyokan itu membuat Jerry melarikan diri menggunakan sepeda motor ke rumah korban untuk menyampaikan peristiwa yang dialami temannya itu.

Sekitar pukul 02.30 WIB, Hendri Kapri, Jerry dan tiga orang lainnya tiba di tempat kejadian dan melihat korban sudah tergeletak di tengah Jalan Pasar Baru. Kemudian Hendri Kapri pergi mencari becak untuk membawa korban ke rumah sakit.

"Berdasarkan keterangan dokter jaga Rumah Sakit Siti Hajar, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata korban sudah meninggal dunia."

Martuasah mengungkapkan akibat penganiayaan itu korban menderita luka robek di kepala, lebam di perut, punggung kiri, pipi, mulut dan telinga kiri mengeluarkan darah.

"Usai kejadian itu, sekitar 20 pemuda teman korban merusak Cafe Delicious Mie Aceh Baru. Peristiwa pengeroyokan itu dilaporkan istri korban, Eva Br Sihombing (40) ke Polrestabes Medan," ungkapnya.

(JW/EAL)

Baca Juga