Raja Malaysia Panggil Anggota Parlemen Satu per Satu

Raja Malaysia Panggil Anggota Parlemen Satu per Satu
Raja Abdullah Ri'ayatuddin (AFP)

Analisadaily.com, Kuala Lumpur - Raja Malaysia, Abdullah Ri'ayatuddin, akan mewawancarai semua anggota parlemen sebelum mengambil keputusan mengenai jabatan perdana menteri dan pembentukan pemerintahan baru.

"Saya berharap kita akan menemukan solusi terbaik untuk negara kita," kata Raja Abdullah, dilansir dari StraitTimes, Selasa (25/2).

Ini pertama kalinya dalam sejarah Raja Malaysia melakukan wawancara satu per satu anggota parlemen. Langkah ini untuk memastikan siapa yang layak menjadi Perdana Menteri Malaysia menggantikan Mahathir Mohamad.

Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Malaysia, Ahmad Fadil Shamsuddin mengatakan, 221 anggota parlemen - dikurangi Mahathir - akan diberikan waktu masing-masing dua hingga tiga menit.

Wawancara akan dilakukan hari ini sampai Rabu (26/2) disaksikan oleh Sekretaris Kepala Pemerintahan, Zuki Mohd Ali.

Sembilan puluh anggota parlemen akan diwawancarai hari ini dan sisanya besok. Sesi hari ini dimulai pukul 14.30 dan diperkirakan berakhir sekitar pukul 19.00.

"Raja ingin melakukan ini secara transparan. Kami akan berbagi (informasi) agar media tidak berspekulasi," jelas Ahmad Fadil.

Anggota dewan tertinggi Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), Wan Saiful Wan Jan mengatakan: "Gejolak politik negara harus segera diselesaikan. Ketika raja bertemu dengan seluruh anggota parlemen, saya berharap mereka akan menegaskan kembali dukungan terhadap Tun Mahathir. Tun Mahathir dapat menunjuk kabinet baru yang lebih stabil dan lebih fokus pada pertumbuhan negara."

"Jika semua anggota parlemen mendukung Tun Mahathir, pemerintah persatuan akan dibentuk, dan tidak akan ada oposisi," tambahnya.

Sebelumnya Mahathir Mohamad secara mengejutkan mundur dari jabatan Perdana Menteri Malaysia, Senin (24/2). Dia mengundurkan diri setelah dua hari melakukan manuver politik yang berakhir pada runtuhnya koalisi Pakatan Harapan (PH).

Raja Abdullah sudah menerima pengunduran diri tersebut. Namun raja kembali menunjuk pria berusia 94 tahun itu sebagai perdana menteri sementara.

Setelah pengunduran diri Mahathir, PH kemudian mengadakan pertemuan darurat pada Selasa malam untuk membahas gejolak politik dua hari terakhir.

Sementara koalisi Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Aksi Demokratik (DAP) dan Partai Amanah Negara membahas perkembangan setelah PPBM, partai yang didirikan Mahathir keluar dari koalisi.

Editor:  Eka Azwin Lubis

Baca Juga

Rekomendasi