Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto saat menyampaikan keterangan dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Sabtu (4/4) (ANTARA/Asep Firmansyah)
Analisadaily.com, Jakarta - Masyarakat diimbau untuk tidak bepergian, baik ke kampung halaman maupun ke kota lainnya. Karena, langkah ini diyakini menjadi kunci pemutus rantai penularan COVID-19.
"Ini jadi perhatian kita bersama, menjadikan titik pangkal pencegahan penyakit corona. Tetap tinggal di rumah adalah jawaban yang terbaik, tidak melakukan perjalanan ke manapun," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, Sabtu (4/4).
"Bukan hanya masalah pulang ke kampung, tetapi juga melakukan perjalanan ke keluarga lain atau ke tempat lain memiliki resiko besar untuk terjadinya penularan," sambung Yuri dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB.
Yuri mengaku khawatir perpindahan masyarakat terutama dari kota zona merah coronavirus ke kampung halaman justru bakal memperparah situasi penularan. Apalagi, orang tanpa gejala berpotensi tinggi menularkan dan membuat kluster baru.
Sehingga ia mendesak agar tetap tinggal di rumah menjadi sebuah keyakinan guna terhindar dari penularan, di samping upaya pencegahan lain seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta tidak menyentuh bagian muka.
"Mari yakini tetap di rumah adalah solusi terbaik untuk menghindarkan diri dari penyakit ini," kata Yuri dilansir dari Antara.
Dari data yang dimiliki Gugus Tugas, Yuri, meyakini masih terjadinya penularan akibat pergerakan massa dari kota besar.
Hingga Sabtu, kasus positif menjadi 2.092 kasus atau naik 106 kasus dari hari Jumat (3/4) yang menyentuh angka 1.986 orang.
DKI Jakarta dan Jawa Barat masih menjadi provinsi yang tingkat penularannya tinggi yang masing-masing 55 kasus dan 24 kasus dalam kurun waktu 24 jam.
Di sisi lain, angka pasien yang sembuh bertambah 16 kasus menjadi 150 orang, sementara yang meninggal bertambah 10 kasus menjadi 191 orang.
Sebelumnya, Jumat (3/4), tercatat 1.986 kasus positif COVID-19, 181 orang meninggal dan 134 orang dinyatakan sembuh.
(CSP)