Pandemi Tak Jadi Halangan Yani dan Yana: Dari Jualan di Kampus Sampai Punya Galeri

Pandemi Tak Jadi Halangan Yani dan Yana:  Dari Jualan di Kampus Sampai Punya Galeri
Yani dan Yana. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan langkah Yani dan Yana untuk mengembangkan dagangan bajunya. Saat semua sektor mengalami penurunan omzet, Yani malah ekspansi tokonya di Banda Aceh. Ia meresmikan She Neo House, Rabu (20/1).

Usaha ini sudah mereka geluti sejak 2007 di Kota Lhokseumawe. Kala itu ia masih menawarkan dagangan secara door to door ke tetangga dan kawan-kawan dekat lainnya. Sosial media juga belum begitu digandrungi.

"Jadinya ya jualan sama kawan kuliah. Ambil barangnya dari Medan. Bawa ke kampus dan selalu habis," ucap Yani.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dikembangkan dua kakak beradik itu semakin menjanjikan. Mereka merambah sosial media sebagai tempat promosi. Pengikut di media sosialnya juga sekarang semakin banyak. Pun begitu pembelinya. Pembeli datang bukan hanya dari Kota Lhokseumawe, melainkan dari berbagai daerah lainnya di Indonesia.

"Karena sudah promosi dari sosial media, jadi pasar pembelinya itu sudah dari mana-mana. Ada yang beli dari Bali, Sulawesi hingga Kalimantan," kata Yani yang memiliki empat orang anak tersebut.

Di 2017, sebenarnya mereka juga sudah membuka usaha di Banda Aceh. Daerah ini memang mereka targetkan menjadi tempat pengembangan usaha mereka. Hanya saja mulai hari ini, mereka sudah mulai mandiri.

"Kami tidak sama lagi. Yana punya usahanya sendiri dan saya juga. Jadi sudah harus lebih mandiri," sebutnya.

Berbicara soal omzet, Yani menuturkan bahwa saat ini omzetnya perbulan sudah mencapai Rp300 juta. Modal awal mereka membangun usaha ini hanya sekitar Rp30 juta. Peningkatan ini karena kerja keras keduanya.

"Kadang tidak enaknya kita harus meninggalkan keluarga untuk cari baju barang dagangan kita. Tapi karena doa keluarga juga bisnis kita ini berkembang," sebut alumni Universitas Malikussaleh Lhokseumawe tersebut.

Keyakinan ia usahanya tetap survive di pandemi ini karena hingga saat ini pembeli dan konsumennya masih terus ada.

"Pandemi pun orang masih tetap keluar rumah dan butuh fashion. Memang di awal sempat turun. Tapi saya yakin saja bisnis ini masih menjanjikan. Apalagi kita sudah mengembangkannya di Banda Aceh yang pangsa pasarnya juga lebih menjanjikan," kata Yani yang sekarang sudah memiliki belasan karyawan tersebut.

(NS/BR)

Baca Juga

Rekomendasi