Ilustrasi - Seorang wanita melihat ke dalam smartphone di depan logo Facebook. (ANTARA/Shutterstock/pri)
Analisadaily.com, California - Peretas mengklaim mengantongi data pribadi lebih dari 500 juta pengguna media sosial dari Facebook Inc.
Pendiri perusahaan intelijen kriminal siber Hudson Rock dari Israel, Alon Gal, data tersebut valid, setelah dicek keasliannya terutama ke beberapa nomor telepon milik orang yang ia kenal. Sejumlah jurnalis juga bisa mencocokkan nomor telepon ke informasi lain yang ada di basis data tersebut. "Data tersebut sudah "sangat lama" dan berkaitan dengan masalah yang sudah diperbaiki pada Agustus 2019," bunyi pernyataan Facebook. Gal menilai pengguna Facebook harus diperingatkan tentang serangan rekayasa sosial, social engineering, yang ingin mendapatkan nomor telepon atau data pribadi lainnya.(CSP)











