Banjir, BPBD Kota Medan Evakuasi 7 Warga Jalan Perjuangan

Banjir, BPBD Kota Medan Evakuasi 7 Warga Jalan Perjuangan
BPBD Kota Medan evakuasi warga Jalan Perjuangan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Wali Kota Medan, Bobby Nasution, gerak cepat (gercep) menyikapi banjir yang terjadi di sejumlah titik, menyusul tingginya intensitas hujan, Jumat (18/11). OPD terkait langsung diturunkan membantu masyarakat yang rumahnya terendam banjir, termasuk melakukan evakuasi.

Salah satu lokasi banjir di Jalan Perjuangan, Kecamatan Medan Sunggal. Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Meda langsung turun untuk memberikan pertolongan kepada warga guna menindaklanjuti instruksi orang nomor satu di Pemko Medan tersebut.

Sejumlah perahu karet diturunkan untuk mengevakuasi warga. Tercatat, ada 7 orang warga yang diselamatkan setelah rumahnya terendam banjir. Dari 7 warga tersebut, 3 orang di antaranya dewasa, 3 orang anak-anak dan 1 orang bayi. Mereka selanjutnya dibawa ke tempat yang aman. Petugas BPBD terus melakukan melakukan penyisiran untuk memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya terendam.

Selain Jalan Perjuangan, banjir juga terjadi di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Jajaran kecamatan dan kelurahan juga langsung bergerak cepat untuk membantu warga yang rumahnya terendam banjir. Mereka ditempatkan di Masjid Al Hidayah yang dijadikan sebagai posko sementara.

Berdasarkan data yang diperoleh, tercatat ada 55 orang warga yang ditempatkan di masjid tersebut, perinciannya 5 orang lansia, 20 orang ibu-ibu, 15 orang anak-anak dan 15 orang balita.

Kepala BPBD Kota Medan, M Husni menjelaskan, petugas telah diturunkan di lokasi banjir untuk membantu melakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam.

"Kita fokus melakukan evakuasi terhadap warga. Sesuai instruksi Pak Wali, keselamatan warga yang paling utama. Hingga kini petugas kita terus melakukan penyisiran," kata Husni.

Disinggung mengenai jumlah rumah yang terendam banjir serta kerugian yang ditimbulkan, Husni mengatakan belum bisa merincinya.

"Setelah kondisi aman, baru kita bisa melakukan pendataan, baik jumlah rumah yang terendam maupun kerugian yang ditimbulkan banjir," jelasnya.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi