Kasi Bimbad: Haji Wafat dan Sakit Telah Dibadalkan

Kasi Bimbad: Haji Wafat dan Sakit Telah Dibadalkan
Kasi Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daker Mekkah, Zulkarnain Nasution (Analisadaily/Kali A Harahap)

Analisadaily.com, Mekkah - Kasi Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daker Mekkah, Zulkarnain Nasution menjelaskan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah membadalkan haji yang wafat maupun sakit sebanyak 357 orang.

Rinciannya, jemaah haji wafat 179 orang. Sedangkan jemaah sakit 178 yakni 161 di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Untuk di Klinik Kesehtaan Haji Indonesia (KKHI) sebanyak 17 orang.

“Badal wafat adalah diperuntukkan bagi jemaah haji yang meninggal sejak masuk embarkasi sampai menjelang wukuf Arafah,” kata Kasi Bimbad, Zulkarnain Nasution, Selasa (11/7).

Sementara jemaah haji yang wafat setelah wukuf mereka sudah dikategorikan jemaah yang sudah berhaji. Badal sakit adalah bagi jemaah yang sakit di RSAS dan di KKHI sampai menjelang wukuf yang tidak bisa dibawa safari wukuf ke Arafah.

Kriteria badal haji seperti ini penetapannya melalui visitasi dan observasi tim dokter secara berjenjang. Dimulai dari proses tim kesehatan kloter hingga penetapan pada tim kesehatan di KKHI.

Adapun pembiayaan badal haji, bagi pembadal diberikan upah yang ditanggung oleh pemerintah sebesar 2.500 Riyal perorang setelah dipotong pajak.

Sementara pelaksana badal adalah diminta kesediaannya bagi petugas-petugas haji yang sudah berhaji dan tidak terikat dengan badal haji dari orang lain.

"Jadi bagi keluarga jemaah haji di Indonesia jangan risau karena semua jemaah haji yang sudah diberangkatkan ke tanah suci dipastikan semua sudah berhaji," jelasnya.

Bagi jemaah haji yang dibadal haji akan diberikan sertifikat badal haji dari pemerintah.

(KAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi