Bahas Berbagai Hal, Bupati Putra Mahkota Kumpulkan 16 Raja Luat se Palas (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com,Padanglawas
Bupati Padanglawas Putra Mahkota Alam Hasibuan mengumpulkan 16 raja raja luat sekaligus dewan pemangku adat yang ada di wilayah Padanglawas di pendopo bupati Jumat (24/7/2026) malam.
Hadir Sekretaris Daerah Panguhum Nasution, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Padanglawas Mulyadi Hasibuan, dan raja raja luat se Padanglawas.
Dalam pertemuan yang penuh dengan nuansa kekeluargaaan yang difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini, Putra Mahkota Alam Hasibuan melakukan diskusi dan dialog langsung dengan raja raja luat.
Bupati menyampaikan harapan serta meminta masukan kepada para raja raja luat untuk bersama sama membangun daerah Padanglawas lebih baik dan maju.
Malah Putra Mahkota Alam meminta para raja raja luat untuk tidak segan segan memberikan masukan. Sehingga apa yang menjadi cita cita bersama mewujudkan Padanglawas maju bisa terwujud sesuai dengan visi misi yang telah ditetapkan.
" Meskipun pertemuan malam ini kesannya ringan bersilaturrahim, namun saya meminta masukan dari raja raja luat, termasuk masalah adatnya, sehingga bagaimana Padanglawas ini bisa maju," kata Putra Mahkota Alam Hasibuan.
Menurut Putra Mahkota Alam, masukan dan sumbang saran dari para raja raja luat sangat penting, sehingga bisa menjadi bahan untuk pembangunan Padanglawas ke depan.
" Untuk itu saya mengucapkan terima kasih malam ini kita bisa berkumpul saling bersilaturrahim satu sama yang lain, apa yang menjadi harapan kita bisa kita diskusikan malam ini," ucap Putra Mahkota Alam Hasibuan.
Sementara Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Padanglawas Mulyadi Hasibuan, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para raja raja luat dalam pertemuan tersebut.
Ia berharap pertemuan tersebut bisa membawa manfaat bagi kemajuan Padanglawas
Sementara Baginda Parhimpunan Hasiibuan Ketua Pemangku Adat Padanglawas, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas digelarnya pertemuan antara raja raja luat dengan Bupati Padanglawas.
" Pertemuan malam ini sudah lama kita nanti nantikan. Untuk itu mari kita gunakan pertemuan ini sehingga apa yang menjadi aspirasi kita bisa kita sampaikan secara langsung kepada bupati," kata Baginda Parhimpunan Hasibuan.
Usai Baginda Parhimpunan memberi sambutan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu langsung dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Penanya pertama disampaikan Kuria Hasibuan dari Luat Janji Lobi Kecamatan Barumun.
Kuria mempertanyakan bagaimana ritual margondang ( pesta adat manortor) yang sudah berlangsung lama dan sudah menjadi kebiasaan adat istiadat di Padanglawas bisa sejalan dengan norma norma agama.
Sebab selama ini ada kesan kalau ada acara manortor ( mengupah anak), atau pesta adat dianggap tidak sejalan atau malah bertentangan dengan hukum syariat Islam. Sehingga muncul pro kontra di tengah tengah masyarakat karena dipandang tidak sesuai dengan norma agama.
" Ini penting kami sampaikan supaya ada kepastian dimana adat yang sudah kita warisi secara turun temurun ini, tidak ada lagi dipersoalkan dari pandangan agama. Apakah dalam hal ini perlu fatwa dari Majelis Ulama Indonesia ( MUI) atau bagaimana kita menyikapi ini," tanya Kuria.
Begitu juga dari luat Mondang meminta supaya adat budaya Padanglawas bisa dilestarikan.Karena antara adat dengan ibadat sangat erat dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
" Adat itu sangat penting karena dari adat banyak mengajari kita untuk beradab," katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Luat Utte Rudang Aek Nabara Barumun.
Dari Luat Utte Rudang justru mempersoalkan banyaknya tanah ulayat selaku milik Luat Utte Rudang yang telah dirampas oleh korporasi dan menguasai lahan.
" Kami dari Luat Utte Rudang, memohon kepada bapak bupati untuk bisa memfasilitasi untuk mengembalikan tanah luat Utte Rudang yang telah dirampas dan dikuasai perusahaan," kata Raja Luat Utte Rudang.
Ia meminta kejelasan terkait banyaknya perusahaan yang sudah dicabut izinnya. Namun tetap bisa beroperasi. Rakyat tetap menderita dan tidak memperoleh hak haknya.
Ia menyebut sejumlah perusahaan yang telah dicabut izinnya seperti PT SSL, SRL, PT Barapala dan lainnya.
" Setahu kami perusahaan ini telah dicabut izinnya, namun nyatanya masih tetap beroperasi dan rakyat hanya gigit jari," tegasnya.
Menanggapi banyaknya keluhan raja raja luat, Bupati berjanji langkah awal akan segera membuat Perda tentang motto, ' Tano Adat Digomgom Ibadat' . Malah untuk saat ini motto tersebut sudah masuk dalam RPJMD Padanglawas.
" Perda tentang Tano Adat Digomgom Ibadat' ini penting dibuat sebagai pondasi untuk melangkah ke depan," sebut Putra Mahkota Alam.
Sedangkan pertanyaan dari Luat Utte Rudang terkait banyaknya lahan adat yang diambil korporasi, bupati meminta segera membuat laporan ke Pemerintah Daerah.
" Silahkan buat laporan ke Pemerintah Daerah jika ada lahan yang dirampas korporasi, tentu harus dilengkapi data data yang akurat," sebut Putra Mahkota Alam Hasibuan
Terkait perusahaan yang masih beroperasi meskipun izinnya dicabut, menurut bupati sampai saat ini belum ada diserahkan kepada siap pengelolanya.
Bupati mengatakan, untuk menunggu aturan terbaru dari pemerintah Pusat terkait perusahaan yang sudah dicabut izinnya.
Selain itu Bupati juga berjanji beberapa makam leluhur bermarga Hasibuan yang menjadi raja luat terdahulu akan dilakukan pemugaran.
" Bila perlu nanti akan dibuat monumen marga Hasibuan, sehingga marga marga itu tidak hilang," ungkapnya.
(ATS/NAI)











