Peringati Hari Bakti Kementerian Imipas, Imigrasi Medan Bagikan 2,5 Ton Beras (analisadalily/zulnaidi)
Analisadaily.com Medan - Dalam semangat memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan 2,5 ton beras kepada pengemudi ojek online, masyarakat sekitar, dan pegawai honorer, Selasa (11/11/2025).
Hadir dalam acara tersebut jajaran struktural Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, pimpinan Kantor Imigrasi Medan, serta Dharma Wanita Persatuan yang ikut menyalurkan bantuan langsung dan berbagi kehangatan dengan masyarakat.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Reny Elisabeth Munthe, yang mewakili Kepala Kantor Imigrasi Medan, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan wajah baru Imigrasi yang humanis dan dekat dengan rakyat.
“Pelayanan keimigrasian harus berjalan berdampingan dengan kepekaan sosial. Melalui pembagian beras ini, kami mendukung arahan Menteri dalam 13 Akselerasi, terutama terkait penguatan ketahanan pangan dan bantuan sosial. Imigrasi hadir untuk melayani, mendampingi, dan tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, ketahanan pangan bukan sekadar urusan sektor pertanian, tetapi juga tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa, termasuk instansi pemerintah. “Bila setiap lembaga menyalurkan kepeduliannya, maka ketahanan sosial bangsa akan semakin kuat,” tambahnya.
Bagi masyarakat penerima bantuan, kegiatan ini bukan hanya soal sekarung beras, tetapi juga tentang rasa diperhatikan di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Rudi Hartono (36), seorang pengemudi ojek online, tak kuasa menutupi rasa harunya. “Bantuan seperti ini sangat terasa manfaatnya. Terima kasih kepada Imigrasi Medan yang sudah peduli dengan kami para pekerja lapangan. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” katanya tulus.
Hal senada diungkapkan Siti Aminah (52), warga sekitar kantor Imigrasi. “Mauliate Imigrasi Medan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, Horas!” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya masyarakat umum, para pegawai honorer di lingkungan Imigrasi Medan pun turut merasakan kehangatan dari kegiatan ini. Andika (29), salah satu pegawai non-ASN, menyebut kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pimpinan memperhatikan kesejahteraan seluruh pegawai.
“Bantuan ini bukan hanya soal beras, tetapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan. Kami merasa dihargai dan termotivasi untuk memberikan pelayanan terbaik,” ucapnya.
Kegiatan bakti sosial ini sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara aparatur Imigrasi dan masyarakat, menegaskan bahwa pelayanan publik yang berkualitas harus disertai dengan nilai kemanusiaan.
Imigrasi Medan menunjukkan bahwa institusi pemerintah dapat menjadi pelopor perubahan sosial dengan menghadirkan empati dalam setiap kebijakan dan tindakan. Bukan hanya mengurus paspor atau mengawasi orang asing, tetapi juga menghadirkan makna pelayanan yang lebih luas — pelayanan dengan hati.
Dengan semangat kebersamaan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang berdampak nyata, sejalan dengan arah transformasi pelayanan publik dan nilai kemanusiaan yang diusung oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Kami ingin Imigrasi dikenal bukan hanya karena paspornya, tapi karena kepeduliannya,” ujar Reny.(nai) (NAI/NAI)











