Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Widyawati. (Analisadaily/Antara)
Analisadaily.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan memastikan vaksin flu yang ada saat ini tetap efektif mengurangi risiko sakit berat, rawat inap, dan kematian akibat influenza A (H3N2), merespons berita tentang situasi influenza A(H3N2) subclade K.
Di situasi yang kedua adalah situasi Asia. Di Asia, subklade K dilaporkan di beberapa negara seperti China, Korea, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak minggu ke-30 2025, dan varian dominannya influensa A H3.
"Namun demikian, tren kasus influensa di negara tetangga tersebut cenderung menurun dalam 2 bulan terakhir," katanya.
Sementara itu, di Indonesia, varian dominannya influenza A (H3), tetapi tren kasus influenza di Indonesia juga menurun dalam 2 bulan terakhir. "Setelah dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS) ini yang selesai pada 25 Desember lalu, diketahui bahwa subklade K terdeteksi sejak Agustus 2025 dari laporan 88 sentinel Influenza-Like Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di seluruh Indonesia," katanya.
Hingga akhir Desember ini, tercatat total ada 62 kasus di 8 provinsi, terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Terbanyak, influenza A (H3) ada pada perempuan, yaitu sebanyak 64 persen, di usia 1-10 tahun 35 persen. Dari hasil pemeriksaan 843 spesimen positif influenza dilakukan genome seqencing pada 348 sampel.
"Dengan temuan 152, yaitu 44 persen tipe A(H1), 172 atau 49 persen tipe A(H3), dengan 62 atau 36 persen di antaranya subklade K. Dan sisanya 24, yaitu 7 persen adalah tipe B/Victoria," katanya.
Dia memastikan bahwa semua varian yang ditemukan sudah dikenal dan bersirkulasi secara global, dan terpantau dalam sistem surveilans WHO. Pihaknya memberikan sejumlah imbauan, pertama yakni untuk memperkuat imunisasi tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan, istirahat cukup, dan makan bergizi. Kemudian melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama pada kelompok rentan, yaitu lansia, ibu hamil, dan komorbid. Selain itu, tetap di rumah bila sakit, memperbanyak istirahat, konsumsi obat antivirus untuk meredakan gejala, menerapkan etika batuk, dan menggunakan masker.
(ANT/WITA)











