Penjelasan Ketua KAKAMMI Sumut Soal Kericuhan Saat Halalbihalal

Penjelasan Ketua KAKAMMI Sumut Soal Kericuhan Saat Halalbihalal
Penjelasan Ketua KAKAMMI Sumut Soal Kericuhan Saat Halalbihalal (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Kegiatan Halalbihalal dan Pelantikan Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI) Sumatera Utara yang dilaksanakan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Ahad, 19 April 2026 awalnya berlangsung khidmat.

Acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Hymne KAMMI hingga prosesi pelantikan dan Arahan Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc berjalan lancar.
Suasana berubah begitu Wakil Gubernur meninggalkan ruangan. Sekelompok orang tiba-tiba maju ke depan, dipimpin oleh Irwandi Pratama yang berteriak-teriak nyaring dan menghardik Ketua KAKAMMI Sumut, Abdul Rahim Siregar serta menyerang salah satu tamu undangan yaitu Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Nazmul Wathan.
Sejumlah panitia dan hadirin mencoba melerai. Namun massa yang tidak diundang ini kian brutal dengan terus mencoba menyerang Nazmul serta Ketua PW KAMMI Sumatera Utara, Hasan Basri. Tak lama setelah itu aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas di Kantor Gubernur segera melakukan pengamanan.
Namun sayangnya, salah seorang kader KAMMI asal Universitas Negeri Medan, Khairul Umam yang mencoba mengamankan tamu yang diserang, dianiaya hingga mengakibatkan pendarahan hebat di kepala. Selain itu, salah satu petugas Satpol PP atas nama Rahmat Daulay juga terkena pukulan oleh para penyerang hingga hidungnya berdarah.
Ketua KAKAMMI Sumatera Utara, Abdul Rahim Siregar, S.T., M.T, menyatakan bahwa sejak awal memang sudah ada rencana untuk menggagalkan acara di Kantor Gubernur. “Yang melakukan penyerangan ini anggota dari Saudara Irham Sadani Rambe, Ketua PW KAMMI Sumut versi Ketua Umum Amri Akbar.
Awalnya kegiatan KAKAMMI ini dibarengkan dengan pelantikan Hasan Basri sebagai Ketua PW KAMMI Sumut versi hasil Muktamar Mataram 2024, Ahmad Jundi Khalifatullah.”
“Irham keberatan ada pelantikan Hasan, meski sebenarnya mereka tidak punya hak untuk keberatan. Dinamika dan perbedaan pendapat dalam berorganisasi adalah hal biasa. Bahkan jika harus terjadi dualisme, bila sudah ditempuh jalur musyawarah dan tak mendapat titik temu, semua bisa saling fastabiqul khairat, berlomba dalam kebaikan saja,” urai Ketua Forum Masyarakat Dalihan Na Tolu (FORMADANA) ini, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).
Begitupun Abdul Rahim Siregar lebih memilih mengalah. “Pelantikan PW KAMMI Sumut-nya Hasan kita batalkan. Kita serahkan sepenuhnya ke Hasan dan kawan-kawan untuk waktu dan tempat pelaksanaannya, “ ujarnya.
Abdul Rahim menegaskan bahwa KAKAMMI Sumut membuka diri untuk semua kader dan alumni KAMMI untuk hadir termasuk dari kepengurusan Irham untuk memastikan bahwa tidak ada pelantikan Hasan di Aula Raja Inal Siregar. Namun mirisnya, pengurus kubu Irham tidak ada satupun yang mengikuti acara sejak awal. Mereka menunggu-nunggu di halaman Kantor Gubernur, lalu sekitar pukul 11.30 WIB merangsek masuk dan melakukan penyerangan di Aula Raja Inal Siregar.
“Padahal acara ini jelas hanya Halalbihalal dan Pelantikan KAKAMMI. Lihat saja backdrop di videotron. Semua bisa baca. Semua hadirin juga menjadi saksi, “ tegas Abdul Rahim.
Pihak KAKAMMI Sumut sangat menyayangkan tindakan anarkis yang telah dilakukan oleh anggota KAMMI versi Irham Sadani Rambe yaitu Irwandi Pratama, Muslimin Purba dan kawan-kawan di acara yang dihadiri oleh para pejabat Pemprov Sumatera Utara dan pimpinan Ormas Islam. Saat ini KAKAMMI Sumut fokus pada pendampingan korban luka serius dan akan menempuh langkah hukum.
"Keluarga Alumni KAMMI Sumatera Utara menolak dan mengutuk segala bentuk tindak kekerasan yang terjadi. Hal ini jelas sama sekali tidak mencerminkan sikap kaum intelektual, " tegas Abdul Rahim.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi