Jalan di Sentra Durian Desa Lae Itam Dairi Rusak Parah, Perbaikan Hanya 500 Meter

Jalan di Sentra Durian Desa Lae Itam Dairi Rusak Parah, Perbaikan Hanya 500 Meter
Jalan di Sentra Durian Desa Lae Itam Dairi Rusak Parah, Perbaikan Hanya 500 Meter (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Ruas jalan di Desa Lae Itam, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, rusak parah. Kondisi tersebut sudah berlangsung lama atau bertahun-tahun.

Hal itu disampaikan Alamsyah Naibaho, warga setempat, Jumat (17/4).

“Parah betul kondisi jalan di kampung kami. Menangis dan berontak kala melintas. Sanak famili dari luar kota, enggan berkunjung,” kata Alamsyah.

Dijelaskan, etos kerja masyarakat berbanding terbaik dengan ketersediaan fasilitas publik.

“Kalau soal semangat kerja, jangan ditanya. Tak ada lahan kosong. Namun, pemasaran hasil pertanian tersandung fasilitas jalan. Bagaimanapun, kalau lobang menganga di sana sini, harga jual produk tani pasti tertekan,” kata Alamsyah.

Dijelaskan, akhir tahun 2025 hingga awal 2026, Desa Lai Itam memproduksi banyak durian. Tetapi, keuntungan diterima masyarakat, tidak seberapa.

“Durian Lae Itam terkenal. Punya rasa dan aroma khas. Namun, uang diperoleh petani tak seberapa lantaran toke mengeluhkan biaya operasional mobil angkut dampak infrastruktur buruk,” kata Alamsyah.

Selain durian, pisang, jengkol, kopi, cabe, kakao dan jagung dibudidayakan masyarakat secara intensif. Persoalannya itu, jalan hancur.

“Kita berharap, pemerintah serius memperhatikan kebutuhan vital masyarakat,” kata Alamsyah.

Ditambahkan, kerusakan sedemikian, bukan hanya dirasakan warga Desa Lae Itam. Penduduk di desa terdekat juga mengalami penderitaan serupa. Diantaranya Pardomuan dan Lae Luhung hingga Sinar Pagi.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Makarios Sagala membenarkan kerusakan jalan dimaksud.

“Tahun ini dialokasikan perbaikan jalan sepanjang 500 meter. Penanganan dilakukan pada kondisi yang sangat parah,” kata Makarios.

Dijelaskan, lokasi rehabilitasi, tergantung kondisi lapangan. Perbaikan dilaksanakan di titik terparah agar kendaraan bisa lewat.

“Anggaran kita sangat terbatas,” kata Makarios.

Diterangkan, penanganan juga dilakukan di desa terdekat. Diantaranya ruas jalan Pardomuan-Lae Itam dan ruas Lae Luhung-Sinar Pagi.

“Masing-masing 500 meter di setiap ruas,”kata Makarios.

Diakui, upaya tersebut tidak menyelesaikan masalah dibanding kebutuhan. Memang, kata Makarios, lebih baik dana tersedia diarahkan ke satu arah. Progress lebih terukur. Hanya saja, langkah sedemikian berpotensi menimbulkan stigma pilih kasih.

“Kalau difokuskan ke satu arah, nanti pemerintah dianggap pilih kasih,” ujar Makarios.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi