3 Minggu Tak Melaut, Anggota DPRD Deliserdang Dampingi Nelayan Percut Datangi Kantor Pertamina (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Guna memperjuangkan nasib para nelayan yang lumpuh total tidak bisa melaut, Anggota Komisi I DPRD Deliserdang, H. Rakhmadsyah, SH, mendampingi warga nelayan Percut, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, mendatangi Kantor Pertamina Sumut di Jalan Putri Hijau, Medan, Selasa (2/6/2026).
Kedatangan rombongan ini bertujuan untuk mendesak pihak Pertamina Sumut agar segera memulihkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar. Diketahui, Solar tersebut merupakan urat nadi bagi para nelayan untuk mengoperasikan sampan mereka demi mencari nafkah di perairan Selat Malaka.
Di hadapan pihak Pertamina, Rakhmadsyah mengungkapkan bahwa krisis Solar ini sudah berlangsung selama tiga minggu terakhir. Kondisi ini membuat para nelayan Percut kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena tidak memiliki penghasilan.
"BBM Solar yang ditunggu-tunggu masyarakat nelayan Percut dari Pertamina sudah tiga minggu ini tak juga sampai. Makanya masyarakat berinisiatif sendiri mendatangi Pertamina Sumut. Saya berharap aspirasi ini betul-betul disambut dengan baik dan tidak ada sikap arogan," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Pertemuan yang berlangsung dialogis tersebut akhirnya melahirkan beberapa poin kesimpulan sebagai solusi jangka pendek untuk menyelamatkan nasib para nelayan:
1. Pengalihan Sementara ke SPBN Pantailabu: Untuk satu hingga tiga hari ke depan, nelayan diperbolehkan membeli BBM Solar ke SPBN di Kecamatan Pantailabu menggunakan sistem barcode yang sudah ada.
2. Pencarian SPBU Terdekat: Pada hari Rabu (3/6), Rakhmadsyah bersama Kepala Dinas Perikanan Deli Serdang akan turun ke lapangan untuk mencari SPBU terdekat yang bisa melayani kebutuhan Solar nelayan Percut. Solusi ini berlaku selama masa sanksi 30 hari yang dijatuhkan Pertamina kepada SPBU Cinta Rakyat berjalan. Setelah sanksi selesai, Pertamina berkomitmen mendistribusikan kembali Solar ke SPBU tersebut.
Merespons akar masalah ini, masyarakat dan nelayan juga mendesak pihak pengelola SPBU Cinta Rakyat agar berkomitmen penuh dan tidak lagi melakukan tindakan penyalahgunaan BBM Solar yang merugikan masyarakat kecil.
Selain itu, mereka juga berharap pihak kepolisian dapat memberikan diskresi sementara waktu dengan tidak menindak para nelayan yang terdampak kelangkaan ini saat berusaha mencari alternatif Solar.
Sebelumnya, keresahan nelayan Percut Sei Tuan sempat memuncak pada Senin (25/5/2026) lalu. Akibat berhari-hari tidak mendapatkan Solar, warga sempat menggeruduk SPBU 142031132 Desa Cinta Rakyat.
Karena pasokan yang diharapkan tak kunjung datang, para nelayan akhirnya memutuskan untuk langsung mengadu ke hulu distribusi di Kantor Pertamina Sumut di Medan hari ini.
(KAH/RZD)