Antrean BBM di SPBU Jalan Sultan Serdang Membengkak, Warga: Penderitaan Kami Lengkap (Analisadaily/Kali A Harahap)
Analisadaily.com, Deliserdang - Pemandangan memprihatinkan terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bandara Kualanamu, Jalan Sultan Serdang, Deliserdang. Antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tak kunjung terurai, bahkan sudah memasuki hari ketiga, Rabu (15/7/2026).
Antrean yang mengular hingga menutupi pintu gerbang utama Bandara Kualanamu ini memicu keresahan mendalam bagi warga. Banyak dari mereka mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam di bawah terik matahari hanya untuk mendapatkan beberapa liter BBM.
Beni, salah satu pengendara yang terjebak dalam antrean, tak kuasa menyembunyikan kekesalannya. Ia menilai kondisi ini menambah beban hidup masyarakat yang sudah dihimpit kesulitan ekonomi.
"Pemerintah harus segera memberikan solusi. Jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut. Ekonomi sedang sulit, ditambah lagi susah cari BBM, lengkap sudah penderitaan kami," ujar Beni di sela-sela antrean.
Beni menambahkan bahwa dampak dari kelangkaan ini sangat nyata bagi sektor transportasi informal. Pekerja harian seperti pengemudi ojek, penarik becak bermotor (betor), hingga kru bus angkutan umum menjadi pihak yang paling terdampak.
"Bayangkan saja, kami harus antre berjam-jam. Waktu untuk bekerja habis di jalan. Bagaimana kami mau menafkahi keluarga kalau untuk beli bensin saja harus mengorbankan waktu kerja?" keluhnya dengan nada heran atas lambatnya respons dari pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah konkret atau solusi jangka pendek untuk mengatasi kekosongan stok maupun penumpukan antrean tersebut.
Di lapangan, aparat keamanan dari Polsek Kawasan Bandara Kualanamu dan personel Aviation Security(Avsec) tampak terus bersiaga. Mereka berupaya keras mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi untuk memastikan antrean tidak melumpuhkan akses utama menuju Bandara Kualanamu serta mencegah potensi kericuhan.
Meski pengamanan diperketat, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya sekadar menjaga ketertiban antrean, tetapi segera menuntaskan akar permasalahan distribusi BBM agar aktivitas ekonomi di sekitar Bandara Kualanamu bisa kembali normal.
(KAH/RZD)