Jeritan Pengendara di Serdang Bedagai: Biosolar dan Pertalite Kosong, Jalur Logistik Sumut Terancam Lumpuh

Jeritan Pengendara di Serdang Bedagai: Biosolar dan Pertalite Kosong, Jalur Logistik Sumut Terancam Lumpuh
Jeritan Pengendara di Serdang Bedagai: Biosolar dan Pertalite Kosong, Jalur Logistik Sumut Terancam Lumpuh (Analisadaily/Zainal Abidin)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara, kian memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan pada Kamis (16/7/2026), antrean panjang berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil pribadi, angkutan umum, hingga truk tronton, mengular hingga memakan badan jalan.

Kondisi terparah terlihat di SPBU Nomor 14.206.157 Desa Seirampah dan SPBU Nomor 14.205.1139 Desa Firdaus. Kedua SPBU ini kehabisan seluruh pasokan jenis BBM, mulai dari Biosolar, Pertalite, hingga Pertamax.

Dampaknya, puluhan sopir truk logistik terpaksa bermalam di area SPBU sejak Rabu (15/7/2026) malam demi menunggu pasokan datang.

"Sejak Rabu malam sampai Kamis malam ini, belum ada Biosolar yang masuk. Kami memohon pasokan segera dinormalkan karena keterlambatan ini merugikan waktu, biaya operasional, dan menghambat distribusi barang," keluh salah satu sopir tronton bermuatan bahan kimia tujuan Lampung dengan nada kesal.

Tidak hanya sektor logistik, kelangkaan ini mulai memicu efek domino yang dikeluhkan oleh petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga pengemudi ojek daring di Sergai akibat lumpuhnya aktivitas ekonomi mereka.

Menyikapi krisis ini, Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Jhon Hery Sitepu, S.IK., M.H., melalui Kasi Humas AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa Polres Sergai telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral secara virtual pada Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan paparan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Sumut, ada tiga faktor utama yang memicu kelangkaan ini:

  1. Kendala Operasional Terminal BBM: Adanya penyesuaian operasional di fuel terminal akibat gangguan tenaga kerja, sehingga pasokan dikirim secara bertahap.
  2. Krisis Pengemudi Truk Tangki: Terjadi pengurangan armada akibat tindakan tegas pemecatan terhadap sejumlah pengemudi truk tangki yang melakukan pelanggaran.
  3. Keterbatasan Pelayanan SPBU: Banyak SPBU yang hanya mengoperasikan satu unit dispenser dengan petugas terbatas, diperparah dengan area parkir yang sempit dan pembatasan jam operasional.
Dari data Polda Sumut, terdapat 125 SPBU yang terdampak kelangkaan di Sumatra Utara, di mana 15 titik di antaranya berada di wilayah hukum Polres Sergai.

Langkah Darurat Pertamina dan Imbauan Kapolres

Guna mempercepat pemulihan stok di Sumatra Utara, Pertamina kini telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Pasokan Cadangan: Menyuplai tambahan BBM dari Fuel Terminal Kisaran, Siantar, dan IT Lhokseumawe.
  • Armada Tambahan: Mengerahkan 30 unit armada tangki cadangan (Spot Charter).
  • Skala Prioritas: Memprioritaskan distribusi ke jalur logistik utama serta melakukan penebalan stok (build-up stock) di SPBU strategis sepanjang Jalur Lintas Sumatra (Jalinsum).
Di sisi lain, Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan melekat di setiap SPBU demi menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif.

Ia meminta pengelola SPBU untuk kooperatif dalam mengatur antrean agar tidak menimbulkan kemacetan parah dan segera menghubungi Call Center 110 jika terjadi gesekan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying), karena Pertamina terus mengupayakan pasokan kembali normal. Kami juga menyarankan pihak SPBU memasang plang informasi ketersediaan stok yang jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan konsumen," tegas Kapolres melalui Kasi Humas.

(BAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi