Siswa SMAN 2 Sidikalang Rela Pinjamkan Sepatu Kepada Perempuan Pendaftar

Siswa SMAN 2 Sidikalang Rela Pinjamkan Sepatu Kepada Perempuan Pendaftar
2 siswa SMAN 2 Sidikalang, Kabupaten Dairi, meminjamkan sepatu kepada 2 pendaftar asal Desa Kuta Tengah, Kecamata Siempat Nempu Hulu, Senin (25/5). (Analisadaily/Sarifuddin Siregar)

Analisadaily.com, Sidikalang – Momen humanis dan empati tinggi tanpa skrenario terjadi di SMA Negeri 2 Sidikalang, Kabupaten Dairi, Senin (25/5). 2 pelajar sekolah milik pemerintah tersebut rela meminjamkan sepatu kepada 2 perempuan yang tidak dikenal. Tujuannya, agar murid SMP itu diijinkan mengikuti pendaftaran murid baru (PPBD).

Ceritanya, seorang ibu berparas cantik turun dari angkot bersama 2 gadis tanpa seragam persis di depan gerbang. Mereka kemudian menyapa dan minta info kepada Satpan, Jonsari Tumanggor.

“Mau mendaftar, dimana, pak?” kata si ibu, boru S.

“Di sana, bu. Tapi, kalau mau daftar, harus pakaian rapi. Pakai sepatu,” ujar Tumanggor melihat gadis dimaksud memakai sandal.

“Wah, gimana ya? Rumah kami jauh. Di Kuta Tengah Kecamatan Siempat Nempu Hulu,” kata boru S.

Seorang warga yang sebelumnya sedang berbincang dengan Tumanggor menengok 2 pelajar duduk di kursi kayu di seberang sekolah. Posisinya, di areal parkiran sepesda motor. Warga dimaksud memberi masukan. Bagaimana kalau minta tolong kepada pelajar itu, mana tahu bersedia.

S dan 2 putrinya menerima saran. Mereka menyeberang. Dan, benar saja, tanpa banyak basa-basi sepatu dbuka dan dipakai pelajar SMP itu.

Kedua siswa SMA dimaksud menyampaikan identitas kala diminta wartawan. Namanya Rehat Sianturi dan Rio Pranata Rajagukguk beralamat di Basecamp Kelurahan Sidiangkat.

“Kasihan saja. Namanya kita beragama dan beradab, yah harus peduli kepada sesama,” kata Rehat dan Rio, siswa kelas 11-4.

Keduanya menyebut, pesan orang tua dan guru juga begitu. Mesti menerapkan nilai-nilai sosial. Wajib berempati walau orang yang membutuhkan uluran belum dikenal.

“Kalau pulang ke Desa Kuta Tengah, berapa ongkosnya lagi? Berapa waktu sia-sia,” kata rehat.

Ditambahkan, keberadaan mereka di seberang sekolah, untuk menunggu jam masuk ujian.

Rehat dan Rio menyebut, setelah tamat SMA ingin kuliah di Jawa. Kalau bisa, tembus ke Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Abang kelas kita sudah banyak ke Jawa. Kita mau ikut,” kata Rio.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi