Soal Kerusuhan Dipelantikan, Abdul Rahim Siregar: Tidak Ada Penamparan, Malah Tamu KAKAMMI Sumut Diserang (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Sejumlah berita yang beredar di media online menyebutkan bahwa Ketua KAKAMMI Sumatera Utara, Abdul Rahim Siregar, S.T, M.T, ingkar janji kepada Irham Sadani Rambe terkait kehadiran undangan pada acara pelantikan KAKAMMI Sumatera Utara pada hari Ahad, 19 April 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Menyikapi pemberitaan itu, Ketua Forum Masyarakat Dalihan Na Tolu (FORMADANA) tersebut secara tegas menyatakan bahwa hal itu tidak benar. “Tidak ada kesepakatan bahwa tamu undangan dari Pengurus Pusat KAMMI dan Pengurus Wilayah KAMMI tidak boleh diundang. Dia bohong!”, tegas Abdul Rahim Siregar dalam keterangan persnya di Medan, Selasa (21/4/2026).
Dalam pertemuan dengan Irham Sadani Rambe dan seniornya Mangaraja Harahap, Abdul Rahim mengaku hanya menyanggupi keberatan mereka agar pelantikan PW KAMMI Sumut yang dipimpin Hasan Basri sebagai perpanjangan tangan PP KAMMI yang sah hasil Muktamar Mataram 2024, Ahmad Jundi Khalifatullah ditiadakan.
“Sebenarnya mereka tidak punya hak untuk keberatan. Tapi kami memilih mengalah. Pelantikan PW KAMMI Sumut ditiadakan. Yang ada hanya halalbihalal dan pelantikan Keluarga Alumni KAMMI (KAKAMMI). Malah saya persilakan Saudara Irham dan Mangaraja turut hadir untuk memastikan saya komitmen dengan itu, “ urai Abdul Rahim.
“Lagi pula ini acara kami di KAKAMMI. Kami punya hak menentukan siapa yang kami undang. Mengapa pula Irham, Irwandi dan kawan-kawannya ini pula yang mengatur dan berani melarang-larang? Kalau Irham punya masalah dengan Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah silakan selesaikan di luar dengan beliau, bukan malah merusuh di acara orang. Di sini banyak pejabat Pemprovsu, banyak pimpinan ormas Islam bahkan banyak anak-anak. Tapi itu tidak mereka pikirkan,” sambung Abdul Rahim.
Abdul Rahim menyayangkan hadirnya anggota Irham melakukan kerusuhan di acara KAKAMMI Sumut yang awalnya berjalan khidmat dan lancar.
Lebih lanjut, ia mengecam keras fitnah yang disampaikan Irham bahwa dia melakukan penamparan. “Demi Allah, saya tidak ada menampar siapapun! Saksinya banyak. Saya hanya mencabut gordon yang merupakan atribut gerakan KAMMI dari para penyerang sebab itu bikin malu organisasi.”
Terkait fitnah Irham ini, Sekretaris Fraksi PKS DPRDSU ini memberikan ultimatum tegas bahwa jika Irham tidak meminta maaf dan mencabut pernyataannya dalam 3x24 jam, maka ia akan melaporkannya sebagai pencemaran nama baik.
Minta Maaf kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara
Selain membantah fitnah Irham, Ketua KAKAMMI Sumatera Utara, Abdul Rahim Siregar, juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara khususnya Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution.
"Dengan kerendahan hati kami segenap PW dan Pengurus KAKAMMI dan panitia memohon maaf kepada Gubernur Sumatera Bapak Bobby Nasution terjadinya insiden penyerangan dan keributan ini, " ungkapnya.
"Kepada Wakil Gubernur, Pak Surya yang sudah berkenan hadir di acara kami serta memberi arahan dan bimbingan, kami juga mohon maaf atas kejadian ini, " lanjut Abdul Rahim Siregar
"Ini jadi bahan introspeksi dan evaluasi bagi kami agar lebih cermat dan hati-hati dalam melaksanakan acara dan kegiatan ke depannya, " sambung anggota DPRD Sumatera Utara ini.
(NAI/NAI)











