Nihil Kecelakaan di Awal 2026, Pengelola Tol Medan-Binjai Intensifkan Operasi Microsleep dan ODOL (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Deliserdang - PT Medan Binjai Toll (MBT) bersama PT Hakaaston (HKA) terus memperkuat komitmen keselamatan di jalan raya. Tak hanya fokus pada pemeliharaan infrastruktur, pengelola jalan tol ini secara rutin menggelar berbagai langkah preventif, mulai dari operasi microsleep (mengantuk) hingga penertiban kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL).
Langkah proaktif ini membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data PT Medan Binjai Toll, angka kecelakaan dan korban jiwa di Ruas Tol Medan-Binjai sepanjang Januari–Maret 2026 mencatatkan tren positif dengan angka nihil kejadian (0 kecelakaan). Capaian ini membaik dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatat satu kejadian kecelakaan tanpa korban jiwa.
Dalam operasi microsleep, petugas gabungan melakukan skrining ketat terhadap pengendara yang melintas dari arah Medan menuju Binjai. Selain memeriksa kondisi fisik pengemudi, petugas juga mengecek kelengkapan kendaraan seperti lampu belakang.
Para pengemudi yang terjaring skrining diberikan apresiasi berupa bingkisan makanan ringan dan kopi. Bahkan, bagi kendaraan yang lampu belakangnya tidak berfungsi, petugas memberikan stiker reflektor secara gratis demi meningkatkan visibilitas saat malam hari.
Manager Teknik Operasi dan Pemeliharaan PT Medan Binjai Toll, Abdul Arif Amrulloh menegaskan bahwa pihaknya menargetkan minimal 20 kendaraan dalam setiap operasi bersama PJR Ruas Medan-Binjai.
"Mengantuk beberapa detik itu sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. Kita tidak boleh menyepelekan hal ini. Jika pengemudi terdeteksi mengantuk, langsung kami arahkan untuk beristirahat di Rest Area KM 10 A," ujar Arif dalam keterangannya, Rabu (22/4).
Selain faktor manusia, faktor kelayakan kendaraan juga menjadi fokus utama. Bekerja sama dengan BPTD Sumatera Utara dan Dinas Perhubungan Kota Binjai, PT MBT rutin melaksanakan operasi ODOL di Gerbang Tol Binjai.
Dalam setiap operasi, sedikitnya 30 kendaraan diperiksa secara detail, meliputi: Dokumen perjalanan, Kondisi ban dan Berat muatan dan dimensi kendaraan.
"Jika kendaraan tergolong ODOL, kami berikan sanksi putar balik dan dilarang memasuki jalan tol. Saat ini belum ada tilang karena sifatnya masih sosialisasi mengenai bahaya kendaraan ODOL bagi keselamatan dan ketahanan jalan," tambah Arif.
PT Medan Binjai Toll senantiasa mengimbau pengguna jalan untuk selalu memprioritaskan keselamatan dengan cara, Melakukan pengecekan kendaraan secara menyeluruh sebelum berangkat. Memastikan saldo kartu uang elektronik (e-toll) mencukupi. Segera beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk.
Bagi pengguna jalan yang mengalami kendala, melihat tindak kejahatan, atau ingin menyampaikan keluhan di sepanjang ruas tol, dapat menghubungi Call Centre Tol Medan-Binjai di nomor 150700.
(JW/RZD)