Trans Sumatera Tembus 1.129 KM: Tol Kuala Tanjung-Parapat Jadi 'Game Changer' Ekonomi Sumut

Trans Sumatera Tembus 1.129 KM: Tol Kuala Tanjung-Parapat Jadi 'Game Changer' Ekonomi Sumut
Kepala Regional Area Sumatra Bagian Utara Hutama Karya, Taufiq Hidayat (Analisadaily/Reza Perdana)

Analisadaily.com, Medan – PT Hutama Karya mencatatkan pencapaian gemilang dalam proyek ambisius Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Hingga Januari 2026, total jalan tol yang berhasil dibangun telah mencapai 1.129 kilometer. Angka ini mencakup ruas yang telah resmi beroperasi maupun yang saat ini masih dalam tahap konstruksi intensif.

Proyek ini diproyeksikan menjadi tulang punggung logistik nasional yang akan mengubah wajah ekonomi Pulau Sumatera secara permanen.

Hutama Karya mendapatkan mandat besar dari pemerintah untuk membangun total panjang jalan tol mencapai 2.848 kilometer.

Dari target raksasa tersebut, sepanjang 970 kilometer kini telah dinikmati oleh masyarakat sebagai ruas operasional, sementara sisanya terus dikebut pengerjaannya.

Kepala Regional Area Sumatra Bagian Utara Hutama Karya, Taufiq Hidayat, Kamis (23/4/2026) menjelaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar mengejar angka fisik, “Melainkan upaya mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, khususnya di wilayah Sumatera Utara.”

Salah satu sorotan utama dalam proyek ini adalah ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat. Proyek ini dijuluki sebagai "Game Changer" karena peran vitalnya dalam:

  • Akses Wisata: Memangkas waktu tempuh menuju Destinasi Super Prioritas Danau Toba secara signifikan.
  • Konektivitas Industri: Menghubungkan pelabuhan strategis dengan kawasan-kawasan industri besar di Sumatera Utara.
Selain itu, ruas Indrapura–Kisaran sepanjang 47,75 KM juga menunjukkan performa yang stabil dengan rata-rata volume lalu lintas mencapai 7.000 kendaraan setiap harinya dalam tiga tahun terakhir.

Hutama Karya berkomitmen bahwa kualitas layanan adalah prioritas utama. Tidak hanya membangun jalan, perusahaan juga memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna melalui:

  • Fasilitas Rest Area: Penyediaan tempat istirahat yang nyaman dan fungsional.
  • Transformasi Digital: Sistem transaksi nontunai dan pemantauan lalu lintas berbasis teknologi.
  • Layanan Darurat: Kesiagaan tim medis dan derek 24 jam untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.
Taufiq menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah menyelesaikan sisa ruas yang belum terbangun dengan tetap menjaga operasional yang optimal.

"Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi mobilitas masyarakat," tutupnya.

Pemerintah sendiri terus mendukung percepatan ini melalui berbagai regulasi dan penambahan ruas penugasan, demi memastikan Sumatera menjadi kawasan yang mandiri secara ekonomi dan kuat secara logistik.

(RZD/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi