USM Indonesia Gelar CGK, Targetkan 2.000 Warga Tes Kesehatan (analisadalily/zulnaidi)
Analisadaily.com, Medan - Manajemen Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM-Indonesia) menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) di kampus tersebut, Senin (11/5/2026). Program yang diinisiasi pemerintah dan dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kota Medan itu mendapat sambutan hangat dari ribuan sivitas akademika kampus.
Ketua Yayasan Sari Mutiara, Dr. Parlindungan Purba, didampingi Rektor USM-Indonesia Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba, SH., M.Kes, menyampaikan apresiasi atas perhatian besar pemerintah pusat hingga pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan pendidikan tinggi.
Menurut Parlindungan, program Cek Kesehatan Gratis merupakan langkah strategis yang sangat positif karena mengedepankan upaya pencegahan penyakit sejak dini.
"Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo yang telah menggagas program cek kesehatan gratis ini. Kemudian program ini ditindaklanjuti dengan sangat baik oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Bobby Nasution dan seluruh kepala daerah di Sumatera Utara," ujarnya.
Ia menilai, program tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya membuat kebijakan dari balik meja, tetapi benar-benar hadir langsung menjangkau masyarakat.
"Hari ini pemerintah mendatangi masyarakat secara langsung. Ini sangat luar biasa karena sifatnya komunal, menyentuh masyarakat luas, termasuk mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi, dan target sekitar 2.000 peserta optimistis dapat tercapai," katanya.
Fondasi utama
Parlindungan menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di lingkungan pendidikan.
"Kampus bukan hanya tempat membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga tempat membangun kesadaran hidup sehat. Ketika mahasiswa sehat, maka proses belajar, kreativitas, dan produktivitas juga akan meningkat," ucapnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Medan melibatkan sejumlah puskesmas untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada peserta, yakni Puskesmas Helvetia, Puskesmas Sunggal, Puskesmas Darussalam, dan Puskesmas Sei Agul. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan kesehatan dasar, skrining penyakit, konsultasi medis, hingga edukasi pola hidup sehat.
Kehadiran tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas itu menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Parlindungan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Medan yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut. "Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Medan Rico Waas beserta jajaran, juga kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. Program seperti ini sangat penting karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama mahasiswa," ungkapnya.
Sementara itu, suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Banyak mahasiswa mengaku senang karena dapat memeriksa kondisi kesehatan mereka secara gratis tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan secara mandiri.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum edukasi tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat di tengah kesibukan akademik. Mahasiswa diingatkan untuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah preventif terhadap berbagai penyakit.
Program Cek Kesehatan Gratis di USM-Indonesia dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Mei 2026, pukul 08.30 hingga 14.00 WIB. Sebelum mengikuti kegiatan, peserta diwajibkan mendaftar melalui aplikasi SatuSehat dan mengisi skrining kesehatan secara daring.
Melalui kegiatan ini, USM-Indonesia berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun masa depan bangsa yang lebih kuat, sehat, dan berkualitas. (NAI/NAI)











