Wisata Aek Batu Bontar di Panyabungan Timur Sepi Pengunjung. (Analisadaily/Rudi Erianto S)
Analisadaily.com, Panyabungan Timur - Objek wisata pemandian Aek Batu Bontar yang berada di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kini mulai kehilangan pesonanya. Destinasi wisata alam yang sempat ramai dikunjungi wisatawan itu perlahan mengalami penurunan jumlah pengunjung.
Pengunjung bahkan harus melewati jalan setapak yang cukup terjal dengan jarak sekitar lebih kurang satu kilometer untuk sampai ke lokasi pemandian tersebut.
Meski akses cukup menantang, suasana alam yang masih asri menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam dan pengunjung yang hobi hiking.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi, pengunjung akan disuguhi panorama hutan hijau yang alami serta udara sejuk khas pegunungan.
Diketahui, objek wisata Aek Batu Bontar pertama kali dibuka pada awal tahun 2021. Tempat wisata ini merupakan gagasan para pemuda setempat yang tergabung dalam Naposo Nauli Bulung.
"Dibuka pada awal tahun 2021 itu, kala itu kita prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat, jadi kami bersama teman-teman menginisiasi menyulap hutan tersebut menjadi tempat wisata alam,"ujar Arifin Taher yang menjabat sebagai Ketua Naposo Nauli Bulung kala itu, Senin (11/5/2026).
Saat itu, masyarakat berharap keberadaan objek wisata tersebut dapat menjadi salah satu sumber peningkatan ekonomi warga sekitar melalui sektor pariwisata. Namun harapan tersebut kini dinilai belum tercapai secara maksimal.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Minggu (10/5/2026), jumlah pengunjung terus mengalami penurunan. Selain faktor akses jalan yang sulit, fasilitas pendukung di kawasan wisata tersebut juga dinilai belum memadai.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dapat memberi perhatian terhadap pengembangan destinasi wisata tersebut agar kembali diminati wisatawan.
Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, pengembangan akses menuju lokasi masih terkendala persoalan lahan. Sejumlah pihak yang memiliki lahan di sekitar jalur menuju objek wisata disebut belum bersedia menghibahkan sebagian lahannya untuk pembangunan akses jalan.
Akibatnya, upaya pengembangan wisata Aek Batu Bontar hingga kini belum dapat berjalan optimal.
Salah seorang pengunjung, Arpen, warga Kota Medan yang sedang berkunjung ke lokasi tersebut mengaku mengetahui keberadaan objek wisata Aek Batu Bontar melalui media sosial.
Karena rasa penasaran dengan keindahan alam yang ditampilkan di media sosial, dirinya menyempatkan diri datang langsung ke lokasi wisata tersebut bersama teman-temannya.
“Tempatnya memang bagus dan alami, cocok untuk pecinta alam. Tapi akses jalannya memang cukup sulit dilalui,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Arpen berharap Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, yang merupakan putera asli kelahiran Kelurahan Gunung Baringin, dapat memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan objek wisata Aek Batu Bontar.
“Karena beliau putera asli Gunung Baringin, saya berharap destinasi wisata ini bisa lebih diperhatikan dan dikembangkan. Akses jalan menuju lokasi perlu diperbaiki, fasilitas umum juga harus dilengkapi, termasuk membangun komunikasi dengan pemilik lahan agar pengembangan kawasan wisata ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Arpen, pengunjung asal Kota Medan yang mengaku hobi melakukan adventure alam. (RES)
(WITA)











