Kepala SMPN 1 Panyabungan Timur, Adis. (Analisadaily/Rudi Erianto S)
Analisadaily.com, Panyabungan Timur — Setelah lebih dari 20 tahun mengabdi sebagai guru, Adis kini dipercaya memimpin SMP Negeri 1 Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, sebagai kepala sekolah.
Kepala SMPN 1 Panyabungan Timur, Adis, mengatakan salah satu fokus utama saat ini adalah membangun kembali disiplin belajar siswa serta melengkapi fasilitas sekolah.
“Yang paling berat bagi saya di awal itu membenahi gurunya dulu dan budaya belajar siswa. Itu yang perlahan kita ubah,” ujar Adis saat diwawancarai, Kamis (7/5/2026).
Pria yang telah mengabdi selama dua dekade di sekolah tersebut dan baru satu tahun menjabat sebagai kepala sekolah itu mengaku memiliki mimpi besar agar SMPN 1 Panyabungan Timur tidak lagi dipandang sebagai sekolah tertinggal. “Impian saya, sekolah ini jangan lagi dianggap terbelakang,” katanya.
Ia pun mulai melakukan berbagai pembenahan lingkungan sekolah. Salah satunya dengan merencanakan penanaman pohon di halaman sekolah guna menciptakan suasana yang lebih asri dan nyaman.
“Saya ingin sekolah ini indah dan menarik. Kalau orang lewat, ada rasa ingin singgah dan berfoto,” ucapnya.
Selain pembenahan lingkungan, pengembangan bakat siswa juga mulai digencarkan. Salah satunya dengan menghadirkan alat musik drum band yang selama 35 tahun belum pernah dimiliki sekolah tersebut.
Karena bantuan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi, pihak sekolah akhirnya membeli perlengkapan drum band secara mandiri untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler siswa.
“Karena tidak ada kejelasan, akhirnya kita beli sendiri. Yang penting anak-anak sekarang sudah bisa latihan sebagai kegiatan ekstrakurikuler,” ujarnya.
Saat ini para siswa rutin berlatih dua kali dalam seminggu dengan pelatih yang didatangkan dari Panyabungan. “Kita ingin anak-anak berkembang dan punya kegiatan positif,” katanya.
Selain itu, SMPN 1 Panyabungan Timur juga disebut akan menerima program revitalisasi bangunan tahun ini. Program tersebut meliputi pembangunan kamar mandi, WC, dan ruang laboratorium. “Sebentar lagi kita dapat revitalisasi pembangunan. Mudah-mudahan sekolah ini semakin maju,” ucapnya.
Menurut Adis, perubahan memang tidak bisa dilakukan secara instan. Namun, ia optimistis perlahan sekolah yang dipimpinnya akan menjadi lebih baik. “Yang penting mimpi itu jangan cuma jadi mimpi. Harus pelan-pelan diwujudkan,” pungkasnya. (RES) (WITA)











