Konjen China di Medan Berangkatkan Delegasi Lembaga Islam ke China (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Xinjiang - Konsulat Jenderal (Konjen) China di Medan membawa perwakilan beberapa tokoh dari lembaga-lembaga Islam di wilayah kerja KJRI Medan melakukan kunjungan ke China pada 11-17 Mei 2026.
Rombongan terdiri dari perwakilan organisasi Islam, perguruan tinggi, organisasi sosial hingga media massa, dengan agenda kunjungan ke Beijing, Urumqi dan Kashgar di Xinjiang.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat pertukaran di bidang keagamaan, pendidikan dan budaya, sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara China dan Indonesia.
Anggota delegasi antara lain Ketua Umum Perhimpunan INTI dr. Indra Wahidin, Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak bin Maddin, Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Nurhayati, Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Agussani, Ketua Muhammadiyah Aceh Abdul Malik Musa, serta Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatera Barat Fauzi Bahar.
Delegasi juga diikuti sejumlah tokoh pendidikan, sosial dan awak media. Konsul KJRI Medan Jiang Jiawen turut mendampingi rombongan.
Pada hari pertama kunjungan, Senin (11/5/2026) delegasi tiba di Urumqi untuk memulai rangkaian agenda di Xinjiang.
Xinjiang Uyghur Autonomous Region berada di wilayah barat laut China dan merupakan wilayah administratif tingkat provinsi terluas di negara tersebut. Kawasan ini sejak lama dikenal sebagai jalur penting Jalur Sutra kuno dan menjadi titik pertemuan pertukaran ekonomi serta budaya Timur dan Barat.
Wilayah Xinjiang memiliki karakter geografis khas “tiga pegunungan dan dua cekungan”, dengan bentang alam berupa gurun, dataran tinggi serta sumber daya alam yang melimpah. Karena berbatasan dengan sejumlah negara, Xinjiang kini menjadi salah satu kawasan inti dalam pengembangan Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) China.
Secara geografis, Xinjiang juga memiliki perbedaan waktu alami sekitar dua hingga tiga jam dibanding Beijing. Meski seluruh wilayah China menggunakan waktu Beijing, aktivitas masyarakat di Xinjiang umumnya berlangsung lebih malam. Saat pukul 20.00 waktu Beijing, suasana di Xinjiang masih menyerupai waktu senja.
Sebagai ibu kota Xinjiang, Urumqi kini berkembang menjadi pusat keterbukaan China ke arah barat. Melalui pembangunan Urumqi International Land Port Area, kota ini menjadi pusat penting jalur kereta China-Eropa yang menghubungkan perdagangan menuju Asia Tengah, Asia Barat hingga Eropa.
Urumqi juga tengah mempercepat pembangunan hub penerbangan internasional. Inovasi seperti layanan bahan bakar avtur berikat di Bandara Internasional Diwopu disebut membantu menekan biaya logistik lintas negara dan memperkuat posisi strategis kota tersebut di Jalur Darat Eurasia.
Selain sektor perdagangan dan logistik, Urumqi juga berkembang menjadi destinasi wisata populer di China. Berdasarkan data resmi, jumlah wisatawan yang datang ke kota itu pada semester pertama 2025 menembus 50 juta orang dan masuk tiga besar kota wisata musim panas terpopuler di China.
Melalui modernisasi destinasi budaya seperti Xinjiang International Grand Bazaar, serta penyediaan layanan multibahasa dan kemudahan pembayaran lintas negara bagi wisatawan asing, Urumqi kini menarik perhatian wisatawan internasional yang ingin menikmati perpaduan budaya multietnis dan nuansa modern khas Asia Tengah.
Usai tiba di Urumqi, delegasi Islam dari wilayah kerja KJRI Medan dijadwalkan melanjutkan agenda pertukaran dan kunjungan lapangan di Xinjiang untuk melihat perkembangan sosial, budaya dan pembangunan kota di wilayah tersebut.
(NS/BR)