Dengarkan Curhat Mahasiswa Universitas HKBP Siantar Soal Alat Praktikum, Effendi Simbolon: Kita Realisasikan di Juni 2026!

Dengarkan Curhat Mahasiswa Universitas HKBP Siantar Soal Alat Praktikum, Effendi Simbolon: Kita Realisasikan di Juni 2026!
Dengarkan Curhat Mahasiswa Universitas HKBP Siantar Soal Alat Praktikum, Effendi Simbolon: Kita Realisasikan di Juni 2026! (Analisadaily/Reza Perdana)

Analisadaily.com, Siantar - Pengurus Yayasan Universitas HKBP Nommensen menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Civitas Akademika Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Selasa (12/5/2026).

Dalam rapat yang dibuka oleh Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Dr. Effendi MS Simbolon, para mahasiswa memberikan tanggapan dan masukan atas kegiatan yang mereka jalani di bangku perkuliahan.

Effendi Simbolon menyampaikan bahwa pihak Yayasan HKBP Nommmensen sangat terbuka dengan segala masukan, tanggapan, bahkan keluhan yang dialami mahasiswa. Ia menyebut dinamika kehidupan memang terus berjalan.

“Pendapat kami atas pertanyaan mahasiswa akan kami jawab secara kolektif kolegial. Jawaban teman-teman rektorat adalah mewakili jawaban kami semua,” kata Effendi.

Effendi mempersilakan mahasiswa bertanya tentang kurikulum, budaya kampus, sarana prasarana, dan kegiatan non-kampus yang perlu dilaksanakan. Ia pun menerima banjir pertanyaan sejak sesi tersebut dibuka.

"Fasilitas dan alat praktikum kami di Fakultas Teknik mesin kurang memadai," kata A. Saragih seorang mahasiswa dari Fakultas Teknik.

Tak berhenti di mahasiswa Fakultas Teknik, pertanyaan lainnya juga datang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Ekonomi (FE).

Mereka menanyakan optimalisasi laboratorium di tiap prodi yang tak berjalan, nihilnya reward terhadap mahasiswa berprestasi, sampai adanya biaya kertas ujian.

"Finalisasi Laboratorium yang belum terwujud. Kami membutuhkan pelatihan softskill dan seminar rutin serta toleransi dana untuk kegiatan UKM," ujar mahasiswi dari jurusan Prodi Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen Siantar tersebut.

Terkait pertanyaan-pertanyaan tersebut, Effendi Simbolon menyampaikan bahwa pihaknya akan merangkum pertanyaan untuk dibahas bersama Rektorat Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

Adapun rencana pemutakhiran universitas sebelumnya telah dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kampus. Ia pun menguraikan bahwa yayasan siap memenuhi alat praktikum hingga modernisasi laboratorium sesuai prodi masing-masing.

"Kita akan realisasikan itu semua bulan Juni 2026 dengan pengerjaan sesuai spesifikasi yang standar. Kita juga akan perbaiki kamar mandi kampus, ya," kata Effendi Simbolon.

Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Dr. Muktar Panjaitan, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kehadiran Ketua Yayasan Effendi Simbolon beserta rombongan yang datang langsung dari bandara merupakan bentuk komitmen luar biasa bagi kemajuan universitas.

Dalam orasinya yang disambut riuh tepuk tangan, Rektor menekankan betapa langkanya momen pertemuan antara pucuk pimpinan yayasan dengan mahasiswa secara langsung.

"Selama puluhan tahun saya di Nommensen, baru kali ini mahasiswa dihadirkan langsung untuk duduk bersama dengan Ketua dan segenap pengurus yayasan. Ini adalah kesempatan luar biasa yang patut kita banggakan," ujar Rektor di hadapan para hadirin.

Sebagai bentuk perhatian nyata, Ketua Yayasan juga menginstruksikan penyediaan konsumsi bagi seluruh mahasiswa yang hadir agar tetap konsentrasi dalam mengikuti rangkaian acara.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa kehadiran pengurus yayasan adalah sinyal kuat untuk membawa Universitas HKBP Nommensen naik kelas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi hingga ke kancah internasional. Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan besar yang harus dihadapi, terutama transformasi digital.

"Kita menyadari universitas saat ini menghadapi tantangan dunia digital. Kita tidak boleh lepas atau tertinggal dari perkembangan ini. Kami berharap diskusi hari ini menghasilkan gagasan konstruktif dan solusi cerdas agar universitas kita unggul dan berdaya saing di tengah masyarakat," tambahnya.

Acara yang bertajuk "Rapat Dengar Pendapat" ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting yayasan, di antaranya Dr. Enick Aritonang, Sekretaris Yayasan, Ir. Wiktang Santeitan, MBA, Bendahara Yayasan, Sabam Manalu, Pengurus Yayasan/Ketua Pertina Sumut. Kemudian, jajaran Wakil Rektor, Dekan, serta dosen di lingkungan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

Menutup sambutannya, Rektor berharap agar pertemuan ini menjadi titik balik bagi perbaikan institusi dan peningkatan pelayanan kampus kepada masyarakat, bangsa, dan khususnya bagi pelayanan Gereja HKBP.

"Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa menuntun setiap pikiran dan keputusan kita hari ini untuk membawa kebaikan bagi masa depan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar," pungkasnya.

(RZD/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi