Jaga Marwah dan WKI Sumut Apresiasi Kepedulian Ahmad Sahroni terhadap Korban Begal di Medan: Dapil Sumut Sehat Kan?

Jaga Marwah dan WKI Sumut Apresiasi Kepedulian Ahmad Sahroni terhadap Korban Begal di Medan: Dapil Sumut Sehat Kan?
Jaga Marwah dan WKI Sumut Apresiasi Kepedulian Ahmad Sahroni terhadap Korban Begal di Medan: Dapil Sumut Sehat Kan? (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Ketua Umum Jaga Marwah, Edison Tamba atau yang akrab disapa Edoy, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni terhadap korban begal brutal di Medan, Guntur Sugoro (41), yang kini menjalani perawatan intensif di RS Siloam Medan.

Edoy menilai langkah cepat yang dilakukan Ahmad Sahroni membuktikan bahwa wakil rakyat di Komisi III tidak hanya hadir saat rapat atau membahas persoalan hukum di ruang formal, tetapi juga benar-benar menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Kami dari Jaga Marwah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bang Ahmad Sahroni. Di tengah kondisi korban yang sangat membutuhkan pertolongan, beliau hadir memberikan dukungan nyata. Ini bentuk kepedulian yang patut dihormati,” kata Edison Tamba di Medan, Jumat (29/5/2026).

Tokoh pemuda nasional yang aktif di dunia pergerakan itu menyebut, sosok Ahmad Sahroni masih memperlihatkan kecintaan besar terhadap rakyat, terutama kepada masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan.

Menurut Edoy yang juga Ketua Depidar Wira Karya Indonesia Provinsi Sumatera Utara, kepedulian tersebut menjadi bukti bahwa seorang pejabat publik harus mampu hadir bukan hanya lewat pernyataan, tetapi lewat tindakan konkret di tengah masyarakat.

“Bang Sahroni menunjukkan bahwa jabatan itu harus dipakai untuk membantu rakyat. Beliau masih begitu mencintai masyarakat. Ini yang dibutuhkan hari ini, kehadiran nyata dari seorang wakil rakyat,” ujarnya.

Edoy juga menyinggung perjalanan hidup Ahmad Sahroni yang menurutnya pernah menghadapi berbagai cobaan, mulai dari sabotase hingga menjadi korban isu yang berujung pada tekanan besar dalam kehidupannya. Namun di tengah itu, Sahroni tetap memilih hadir membantu masyarakat.

“Beliau pernah menghadapi ujian berat, pernah jadi korban sabotase, pernah diterpa isu hingga rumahnya juga ikut terdampak. Tapi hari ini beliau tetap memilih hadir membantu rakyat. Itu sikap yang patut dihargai,” ucapnya.

Lebih lanjut, Edoy berharap Komisi III DPR RI tidak hanya dikenal sebagai tempat rapat dengar pendapat atau membahas kasus hukum semata, tetapi juga mampu memberi dukungan langsung kepada masyarakat yang menjadi korban tindak kriminal dan membutuhkan perlindungan negara.

“Komisi III jangan hanya dikenal sebagai tempat RDP atau bicara soal penegakan hukum di atas meja. Anggotanya juga harus benar-benar memberi dukungan nyata kepada rakyat yang sedang terhimpit persoalan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa kepedulian Ahmad Sahroni yang berasal dari daerah pemilihan di luar Sumatera Utara justru terlihat lebih cepat hadir dibanding sebagian wakil rakyat dari dapil Sumut sendiri.

“Jujur kita miris. Bang Sahroni yang dapilnya bukan Sumut justru lebih peka dan cepat turun tangan membantu warga Medan. Ini jadi pertanyaan besar bagi wakil rakyat Komisi III dari dapil Sumut. Dapil Sumut sehat kan?” tutup Edoy.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi