Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dan Paparan Publik PT Bank Mestika Dharma (Tbk), Selasa (9/6/2026) (Analisadaily/Reza Perdana)
Analisadaily.com, Medan - PT Bank Mestika Dharma Tbk (Bank Mestika) mencatatkan laba bersih sebesar Rp319,98 miliar sepanjang tahun buku 2025. Meski mengalami penurunan dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp403,39 miliar, perseroan tetap membukukan pertumbuhan kredit, peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta penguatan permodalan.
Presiden Direktur Bank Mestika, Achmad S. Kartasasmita, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dan Paparan Publik PT Bank Mestika Dharma (Tbk), Selasa (9/6/2026), mengatakan, total aset Bank Mestika hingga akhir 2025 mencapai Rp16,67 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp16,58 triliun.
Sementara dari sisi intermediasi, kredit yang disalurkan tumbuh dari Rp10,83 triliun pada 2024 menjadi Rp11,23 triliun pada 2025 atau naik sekitar 3,65 persen. Sedangkan DPK meningkat menjadi Rp10,99 triliun dari Rp10,29 triliun pada tahun sebelumnya.
Kemudian, ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp5,45 triliun dari Rp5,09 triliun pada 2024. Rasio kecukupan modal (CAR) juga tetap kuat di level 46,49 persen, naik dari 44,93 persen pada tahun sebelumnya.
Namun demikian, sejumlah indikator profitabilitas mengalami penyesuaian. Return on Assets (ROA) tercatat 2,49 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 6,10 persen. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada pada level 1,56 persen dan NPL net sebesar 0,81 persen.
Diungkapkan Achmad, Bank Mestika saat ini didukung jaringan operasional yang terdiri dari 1 Kantor Pusat Operasional, 14 Kantor Cabang, 39 Kantor Cabang Pembantu, 13 Kantor Cabang Pembantu Pelayanan Kas serta 54 mesin Cash Recycling Machine (CRM) yang terhubung dengan jaringan ATM Bersama.
Pembukaan Kantor Cabang Semarang pada 2025 dilakukan setelah melihat potensi pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus berkembang di Jawa Tengah.
"Semarang memiliki pelabuhan yang sangat mendukung aktivitas ekspor. Hpah minimum regional di wilayah tersebut relatif lebih kompetitif dibandingkan daerah lain, sehingga banyak perusahaan, termasuk investor dari China, membuka fasilitas produksi dan pusat operasional di Jawa Tengah," paparnya.
Masuknya investasi manufaktur dan industri pengolahan di kawasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama perseroan membuka cabang baru. Selain melihat potensi ekonomi, Bank Mestika juga mengikuti kebutuhan nasabah eksisting yang mengembangkan usaha ke wilayah Semarang dan sekitarnya.
"Kami melihat pertumbuhan ekonomi di Semarang cukup menarik dibanding sejumlah daerah lain. Karena itu kami memutuskan masuk ke sana," sebutnya.
Bank Mestika belum berencana melakukan ekspansi jaringan kantor secara agresif. Perseroan akan lebih selektif dalam membuka cabang baru dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi nasional dan efektivitas layanan digital yang kini semakin berkembang.
"Kami akan melihat perkembangan ke depan. Saat ini kami tidak terlalu agresif membuka cabang karena sudah memiliki platform digital banking Mind by Bank Mestika yang memungkinkan peningkatan layanan dan jumlah nasabah tanpa harus membuka banyak kantor fisik," bebernya.
Bank Mestika juga memaparkan susunan direksi perseroan yang dipimpin Presiden Direktur Achmad S. Kartasasmita, didampingi Wakil Presiden Direktur Hendra Halim, Direktur Kepatuhan Andy, Direktur Umum Yusri Hadi, serta Direktur Operasional Harun Ansari.
Sepanjang 2025, Bank Mestika juga meraih sejumlah penghargaan nasional. Di antaranya penghargaan The Excellent Performance Bank KBMI 1 (aset Rp10-25 triliun) dari Infobank Media Group, penghargaan The Excellent Performance Bank in 10 Consecutive Years 2015-2024, masuk dalam Top 50 Perusahaan Publik dengan Kapitalisasi Menengah Terbaik 2025 versi Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD), serta penghargaan Top 100 CEO 2025 yang diberikan kepada Achmad S. Kartasasmita.
Perseroan menargetkan dapat naik kelas menjadi Bank Kelompok Modal Inti (KBMI) 2 sebelum 2028, sejalan dengan upaya memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui layanan perbankan yang profesional, berbasis teknologi, dan berlandaskan prinsip keuangan berkelanjutan.
(RZD/RZD)