dr. Muhammad Ginanjar, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Kesibukan mengelola rumah tangga dan karier, sering membuat banyak wanita Indonesia mengabaikan sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh tubuhnya.
Rasa pusing, kelelahan kronis, hingga jantung berdebar acapkali hanya dianggap sebagai dampak stres biasa atau tanda awal menopause. Gejala hormonal ini muncul di balik gejala-gejala "samar" yang sering diabaikan.
Menyambut Hari Hipertensi Sedunia yang jatuh pada bulan Mei, data kesehatan terbaru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Prevalensi penyakit jantung pada wanita di Indonesia kini mencapai angka yang lebih tinggi dibandingkan pria, yakni sekitar 1,6%. Hipertensi menjadi pemicu utama yang sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi komplikasi serius seperti stroke atau gagal jantung.
dr. Muhammad Ginanjar, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC, Spesialis Jantung di Columbia Asia Hospital Aksara, menjelaskan bahwa karakteristik hipertensi pada wanita memiliki keunikan tersendiri. "Gejala hipertensi pada wanita, terutama pada usia produktif hingga paruh baya, sangat bervariasi dan cenderung tidak khas. Hal ini sering membuat mereka abai dan menganggapnya hanya sebagai kelelahan biasa," ungkap dr. Ginanjar, Selasa (23/6/2026).
Beliau menambahkan bahwa faktor hormonal, terutama saat memasuki masa menopause, sangat memengaruhi elastisitas pembuluh darah wanita. "Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi, pengendalian yang lebih intensif dan deteksi dini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan."
Pentingnya kesadaran ini juga ditegaskan oleh dr. Mardianto, SpPD, K-EMD, FINASIM, Hospital Director Columbia Asia Hospital Aksara. Menurutnya, literasi kesehatan mengenai deteksi dini harus menjadi gerakan bersama di masyarakat. "Kami melihat bahwa edukasi yang tepat adalah langkah pertama dalam pencegahan. Dengan mengenali risiko sejak dini, kita tidak hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi juga menjaga kesejahteraan satu keluarga yang sering kali bertumpu pada peran seorang wanita," ujar dr. Mardianto.
Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, layanan kardiologi di Columbia Asia Hospital Aksara kini mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif. Melalui pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan ahli, masyarakat diharapkan dapat lebih proaktif dalam memantau tekanan darah mereka sebelum gejala berkembang menjadi kondisi kronis.
Selain itu Columbia Asia Hospital Aksara juga menghadirkan layanan Skrining Stroke yang bisa dijadikan pilihan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin dan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap diri sendiri. Langkah proaktif ini membantu untuk mengenali kondisi tubuh lebih dalam, sehingga bisa terus produktif dan hadir sepenuhnya untuk momen-momen penting dalam hidup.
Hipertensi mungkin merupakan 'silent killer, namun dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, risiko ini dapat dikendalikan demi masa depan yang lebih sehat.
(MC/RZD)