Bayu Tumangger, Anak Sopir Angkot Sidikalang Lolos Akmil

Bayu Tumangger, Anak Sopir Angkot Sidikalang Lolos Akmil
Bayu Tumangger, Anak Sopir Angkot Sidikalang Lolos Akmil (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Bayu Cristian Tumangger (19) anak dari sopir angkot dinyatakan lolos menjadi peserta Taruna Akmil Magelang tahun 2026.

Kabar gembira disampaikan ayahanda, Sedapsi Tumangger di Sidikalang, Rabu (5/8).

“Betul, ajak kami diterima menjadi Taruna Akmil-AD di Magelang. Anak sopir angkot menang,” kata Sedapsi.

Diterangkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari persiapan ekstra Bayu dan doa keluarga.

Sebenarnya, setelah tamat SMA tahun 2025, Bayu berniat ikut tes. Hanya saja, gagal lantaran kurang umur.

“Bayu kurang umur saat daftar tahun 2025. Jadi, ditolak”, kata Sedapsi.

Realitas itu mendorongnya mempersiapkan diri lebih dini. Sedapsi menyebut, Bayu mohon ijin ikut bimbingan belajar (bimbel) sekolah kedinasan.

“Sebagai orang tua, wajib mendukung cita-cita anak. Ngutang pun mesti berani,” kata Sedapsi.

Diakui, selama 1 tahun ditempa di Bandung, perubahan siginfikan terlihat. Diantaranya disiplin waktu. Bayu meyakinkannya, jerih payah orang tua tidak akan sia-sia.

“Anak meyakinkan kami. Tetapi mengingat ketatnya kontestasi, keluarga juga harap-harap cemas. Antara ya dan tidak,” kata Sedapsi.

Seiring itu, ketika pantukhir akhir digelar, Sedapsi dan istri, Ros Roynani Padang merogoh saku buat terbang ke Magelang. Tujuannya, menenangkan Bayu manatahu hasil pahit muncul.

Kalaupun tidak dapat perwira, bintarapun okelah. Sedapsi tak sudi andai anaknya mengalami beban pikiran berat.

“Tak masuk Akmil, diterima jadi Bintara pun disyukuri,” ujar Sedapsi.

Air mata haru keluarga menetes tak tertahan. Bayu lolos mengikuti pendidikan lanjutan, Senin (3/8).

Menurutnya, uang bukanlah hal paling menentukan dalam kompetisi. Kesiapan jasmani dan rohani jauh lebih prioritas.

“Berkat Tuhan begitu besar. Mukjijatnya nyata,” kata Sedapsi.

Diutarakan, dari sisi status sosial, mereka bukan keluarga berada. Penghasilan kotor sebagai sopir angkot trayek 15 rute Sidikalang Kota-Sidiangkat hanya Rp300 ribu sehari.

Terkadang juga tak sampai. Gaji bersih paling di angka Rp 100 ribu per hari. Sedangkan istrinya adalah PNS rendahan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat di Salak.

Untuk mempersiapkan kebutuhan makanan dan sekolah, anggota keluarga bangun pukul 04.30 Wib.

“Pendidikan anak merupakan atensi utama. Masa depan mereka harus lebih baik,” tandas Sedapsi.

Bayu adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara dan merupakan putra tunggal. Putri sulung menempuh perkuliahan di Universitas Jember. 2 adiknya duduk di bangku SMP dan SD.

“Jadi, sambil narik angkot, saya antar anak ke sekolah. Sedangkan istri, numpang ke mobil teman kerja,” kata Sedapsi.

Guru SMAN 2 Sidikalang, Hendrik Siregar menyebut, Bayu adalah alumni sekolah mereka.

Kepala Dinas Pendidikan, Jaspin Sihombing menyebut, Bayu satu-satunya putra Dairi pembawa nama daerah menjadi calon perwira.

“Bayu satu-satunya putra Dairi diterima di Akmil tahun ini,” kata Jaspin.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi