Menikmati Gemerlap Chongqing dari Kapal Pesiar di Sungai Yangtze dan Jialing

Menikmati Gemerlap Chongqing dari Kapal Pesiar di Sungai Yangtze dan Jialing
Pesona Chongqing dari Kapal Pesiar di Sungai Yangtze dan Jialing (Analisa/nirwansyah sukartara)

Analisadaily.com, Chongqing - Senja perlahan turun di langit Chongqing, Selasa (23/6/2026). Cahaya matahari yang mulai meredup masih menyisakan semburat jingga di ufuk barat ketika ribuan lampu kota satu per satu mulai menyala. Dari kawasan Chaotianmen, pusat pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Jialing, suasana menjelang malam terasa begitu hidup. Wisatawan dan warga lokal memadati area dermaga, bersiap menikmati salah satu pengalaman paling ikonik di kota metropolitan barat daya Tiongkok ini, pelayaran malam menyusuri dua sungai yang membelah Chongqing.

Jarum jam menunjukkan pukul 20.00 ketika kapal pesiar yang saya tumpangi mulai bergerak perlahan meninggalkan dermaga. Riak air memantulkan cahaya warna-warni dari gedung-gedung pencakar langit yang menjulang di kedua sisi sungai. Malam itu, Chongqing tampil seperti lautan cahaya yang seakan tidak pernah tidur.

Kapal pesiar yang membawa saya berlayar merupakan kapal yang cukup mewah berlantai tiga. Begitu memasuki bagian dalam kapal, kesan megah langsung terasa. Interiornya dirancang elegan dengan ruang utama menyerupai hall besar yang dihiasi lampu kristal dan dekorasi modern. Pengunjung tampak memenuhi hampir seluruh area kapal.

Kami memilih menikmati perjalanan dari ruang VIP yang terletak di bagian atas kapal. Tiket reguler dibanderol RMB 400 (yuan) per orang, sementara tiket VIP seharga RMB480 yuan. Selisih harga tersebut memberikan sejumlah kenyamanan tambahan, termasuk area duduk yang lebih eksklusif serta sajian makanan ringan atau snack selama pelayaran berlangsung.

Malam itu kapal benar-benar penuh. Wisatawan dari berbagai daerah di Tiongkok maupun mancanegara tampak antusias mengabadikan setiap sudut pemandangan. Sebagian memilih duduk santai menikmati suasana, sementara yang lain sibuk mengambil foto dengan latar gedung-gedung bercahaya.

Mengabadikan momen di atas kapal saat berlayar
Dari dek atas kapal, panorama Chongqing terbentang tanpa batas. Kota yang dikenal sebagai "Mountain City" atau Kota Pegunungan ini memperlihatkan wajahnya yang paling memukau saat malam hari.

Di kejauhan tampak Plaza Raffles Chongqing yang berdiri megah di kawasan Chaotianmen, Distrik Yuzhong. Kompleks bangunan futuristis tersebut terlihat menyerupai layar kapal raksasa yang mengapung di atas kota. Cahaya lampu dari fasad gedung memantul di permukaan sungai, menciptakan pemandangan yang menawan.

Di seberang sungai, sepanjang Jalan Nanbin di sisi selatan Kota Chongqing, tampak kawasan bersejarah Danzishi yang menghadirkan nuansa berbeda. Deretan bangunan tua yang telah berusia ratusan tahun berdampingan dengan berbagai fasilitas modern. Kawasan ini menjadi pengingat bagaimana Chongqing berkembang dari kota pelabuhan kuno menjadi metropolitan modern tanpa meninggalkan akar sejarahnya.

Tidak jauh dari sana berdiri Gedung Ekspo Perencanaan yang pada akhir pekan menjadi salah satu lokasi paling ramai di kota. Area ini dikenal sebagai tempat lepas landas dan mendaratnya pertunjukan drone spektakuler yang kerap menghiasi langit Chongqing. Di sekitarnya, kawasan Danzishi dan area wisata lainnya menjadi destinasi favorit kalangan muda untuk menikmati malam.

Perjalanan kemudian berlanjut menyusuri Sungai Yangtze ke arah hulu. Salah satu daya tarik yang tidak pernah gagal memukau adalah deretan jembatan yang membentang di atas sungai. Cahaya lampu yang menghiasi struktur jembatan membuatnya tampak seperti pita cahaya yang menghubungkan dua sisi kota.

Salah satu yang paling menonjol adalah Jembatan Dongshuimen yang menghubungkan Distrik Yuzhong dengan kawasan selatan Chongqing. Dari kejauhan, jembatan ini tampak bersinar terang, mempercantik lanskap malam kota.

Tak lama kemudian kapal mencapai titik pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Jialing, lokasi yang menjadi simbol geografis Chongqing. Dari sini kapal berbelok menuju Sungai Jialing. Di sisi kiri, kawasan Yuzhong menampilkan pertunjukan cahaya malam yang memukau. Gedung-gedung tinggi berubah menjadi layar raksasa dengan permainan lampu dinamis yang menghadirkan suasana futuristis.

Di seberangnya berdiri Teater Besar Chongqing dengan desain arsitektur modern yang unik. Bentuk bangunannya yang khas menjadi salah satu ikon visual kota dan semakin menonjol ketika diterangi lampu malam.

Sepanjang pelayaran, mata seakan tidak pernah berhenti dimanjakan. Hampir setiap gedung pencakar langit memancarkan cahaya berwarna-warni. Kota Chongqing benar-benar menunjukkan mengapa ia sering disebut sebagai salah satu kota dengan panorama malam terbaik di Tiongkok.

Selain gedung-gedung dan jembatan, perhatian wisatawan juga tertuju pada sebuah moda transportasi yang melintas di atas sungai. Itulah Chongqing Yangtze River Cableway, kereta gantung legendaris yang telah menjadi simbol kota.

Dari atas kapal, gondola-gondola kabel tampak bergerak perlahan melintasi Sungai Yangtze di antara gedung-gedung tinggi. Pemandangan tersebut menjadi bukti bagaimana Chongqing memanfaatkan kondisi geografisnya yang unik.

Kereta gantung ini membentang sepanjang 1.166 meter dan menghubungkan Distrik Yuzhong dengan Distrik Nan'an, dari Jalan Xinhua di kawasan Jiefangbei menuju Shangxin Street di Danzishi. Dengan kecepatan sekitar enam meter per detik, perjalanan melintasi sungai hanya memerlukan waktu sekitar empat hingga lima menit.

Pada era 1980-an, kereta gantung merupakan salah satu sarana transportasi penting bagi warga Chongqing untuk menyeberangi sungai. Kini, selain masih berfungsi sebagai transportasi publik, Yangtze River Cableway telah berkembang menjadi objek wisata yang sangat populer. Dari dalam gondola, wisatawan dapat menikmati panorama kota vertikal Chongqing dari ketinggian yang spektakuler.

Pelayaran malam ini pada akhirnya bukan sekadar perjalanan menyusuri sungai. Ia adalah cara terbaik untuk memahami karakter Chongqing kota yang memadukan sejarah, budaya, teknologi, dan modernitas dalam satu lanskap yang memukau.

Penulis:  Nirwansyah Sukartara
Editor:  Bambang Riyanto

Baca Juga

Rekomendasi