Ini Daftar Pelari Elite Trail Run dari Berbagai Negara yang Bersaing di CULTRA 2026

Ini Daftar Pelari Elite Trail Run dari Berbagai Negara yang Bersaing di CULTRA 2026
Arief, Pelari Elite Trail Run dari Indonesia yang Bersaing di CULTRA 2026 (Analisadaily/nirwansyah sukartara)

Analisadaily.com, Malaysia - Cameron Ultra (CULTRA) Presented by ASICS 2026 tidak hanya mencatat sejarah dengan kehadiran 3.600 peserta dari lebih dari 30 negara, tetapi juga menghadirkan persaingan yang dipastikan berlangsung sengit melalui keikutsertaan sejumlah pelari elite dunia.

Deretan atlet trail run berpengalaman dari kawasan Asia hingga lainnya dipastikan ambil bagian, menjadikan ajang ini sebagai salah satu kompetisi lari trail paling bergengsi di Asia.

Para pelari elite tersebut datang dengan rekam jejak prestasi yang mengesankan di berbagai ajang internasional, termasuk seri UTMB World Series dan sejumlah kejuaraan trail run bergengsi lainnya.

Kehadiran mereka diprediksi akan meningkatkan kualitas persaingan sekaligus menjadi inspirasi bagi ribuan pelari amatir yang turut meramaikan perlombaan.

Di kategori putra, Indonesia memiliki sejumlah pelari terbaiknya. Salah satunya Arief Wismoyono, pelari berusia 42 tahun yang sukses menjadi juara Kerinchi 100 tahun 2026, sekaligus mencatat podium di Mantra116 dan Malabar Trail Run hadir pertama kalinya di Cultra 2026.

Konsistensinya pada berbagai lintasan pegunungan menjadikan Arief sebagai salah satu wakil Indonesia yang patut diperhitungkan dalam CULTRA tahun ini.

“Ini pertama kali. Sebenarnya sudah tahu lama. Cuma tahun ini yang jadwalnya pas dan bisa ikut,” ujar Arief kepada Analisadaily.com di Cultra 2026, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa persiapan ia mengikuti Cultra 2026 lumayan cukup, dengan latihan di gunung setiap harinya. Arief menargetkan bisa finish selama 15 jam dengan jalur 100 km Cultra 2026.

“Ini pertama kali tes trail di Gunung Berembun. Tapi saya rasa tracknya mirip-mirip dengan gunung-gunung di Bandung. Cuma ini elevasinya juga cukup tinggi dan lumayan sulit,” ucapnya.

Bukan hanya Arief, perhatian juga tertuju kepada pelari trail dari Jepang yakni Yutaro Yokouchi, yang memiliki pengalaman tampil di berbagai seri UTMB World Series. Atlet berusia 33 tahun itu sukses menorehkan waktu 17 jam 28 menit 5 detik pada nomor 100 Miles UTMB World Series Tarawera Ultra Trail New Zealand 2026.

Ia juga mencatat kemenangan pada BTR Ultra Indonesia 2026 nomor 60 kilometer dengan waktu 8 jam 17 menit 57 detik serta menjadi juara Amazean Jungle Trail Thailand 2025 nomor 50 kilometer dengan catatan 5 jam 27 menit 50 detik.

Persaingan juga akan diramaikan pelari dari Thailand, Surasak Somboon, yang tampil konsisten dalam berbagai perlombaan jarak jauh. Atlet berusia 37 tahun tersebut mengoleksi gelar juara Kheknoi Ultratrail 2025, Lampang100 2025, serta Ultratrail Sawannah 2026 pada kategori 100 kilometer.

Nama lain yang menjadi sorotan adalah Kristjan Chapman, atlet berusia 27 tahun yang mencetak sejarah pada CULTRA 2025. Ia berhasil memecahkan rekor lomba kategori 100 kilometer dengan catatan waktu 13 jam 14 menit, sekaligus menjuarai MUT by UTMB 2025 nomor 100 kilometer. Statusnya sebagai pemegang rekor lintasan membuat Chapman menjadi salah satu favorit untuk kembali mendominasi perlombaan tahun ini. “Tahun ini saya kembali ke Cultra dan hanya ikut kategori 60 Km,” ujarnya.

Dari Malaysia, Oswald Maikol juga datang membawa modal prestasi yang tidak kalah mentereng. Atlet berusia 28 tahun tersebut merupakan juara CULTRA 2025 nomor 60 kilometer, sekaligus pemenang TMBT 2024 kategori 109 kilometer.

Selain itu, terdapat nama Taofik Hidayat yang sukses menjuarai Semarang Mountain Race 2026 nomor 82 kilometer, Bandung Ultra 2025 kategori 70 kilometer, serta Dieng Trail Run 2025 nomor 100 kilometer. Rekam jejak tersebut menjadikan Taofik sebagai salah satu pelari nasional yang memiliki pengalaman kuat di lintasan pegunungan.

Persaingan di sektor putri pun dipastikan tidak kalah menarik. Atlet Ritzy Amor, hadir dengan modal sebagai juara kategori putri UTSG 2026 nomor 80 kilometer serta podium pada The 9 Dragons Hong Kong dan Merapoh Rainforest Trail Run 2026.

Prestasi tersebut menunjukkan kemampuannya bersaing pada lintasan ultra dengan tingkat kesulitan tinggi.

Malaysia juga mengandalkan Halimatun Saadiah Bt Mat Nor, yang tampil impresif sepanjang musim dengan menjuarai Merapoh Rainforest Trail 2026 kategori 55 kilometer, The Magnificent Batangsi Ultra 2026 kategori 75 kilometer, serta Bontang International Ultratrail 2025 nomor 60 kilometer.

Sementara itu, Thailand mengirimkan Benjama Sophon, pelari berusia 41 tahun yang meraih posisi kedua Amazean Jungle Thailand by UTMB 2026 nomor 100 kilometer dan menjadi juara Sintok Trail Experience 2026 kategori 60 kilometer. Konsistensi Benjama dalam berbagai kompetisi regional menjadikannya salah satu kandidat kuat di kategori putri.

Keikutsertaan para pelari elite dari berbagai negara ini mempertegas posisi CULTRA sebagai ajang trail run internasional yang semakin diperhitungkan. Tidak hanya menjadi arena berburu prestasi, kompetisi ini juga menjadi panggung pertemuan atlet-atlet terbaik dunia dengan pelari-pelari potensial dari Asia Tenggara.

Dengan latar alam Cameron Highlands yang menawarkan jalur menantang, perubahan elevasi yang ekstrem, serta kondisi cuaca yang dinamis, para pelari elite dituntut tidak hanya memiliki kecepatan, tetapi juga strategi, daya tahan fisik, dan kemampuan beradaptasi di lintasan. Hal inilah yang diperkirakan akan menghadirkan persaingan ketat sekaligus membuka peluang lahirnya catatan waktu baru pada penyelenggaraan CULTRA Presented by ASICS 2026.

(NS/BR)

Baca Juga

Rekomendasi