Kadis Pertanian Taput, Viktor Siagian (Analisadaily/Emvawari Candra Sirait)
Analisadaily.com, Tapanuli Utara - Seluas 621 hektare lahan pertanian di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang rusak akibat becana hidrometeorologi pada tahun 2025 lalu saat ini sedang dalam proses rehabilitasi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Taput, Viktor Siagian kepada wartawan, Kamis (16/7).
Dia mengatakan, proses rehabilitasi dan normalisas terhadap 621 hektare lahan yang rusak ini dilaksanakan oleh TNI dari Kodam I Bukit Barisan.
"Proses pengerjaan (rehabilitasi) normalisasi dilakukan oleh TNI dari Kodam I Bukit Barisan," ujarnya.
Dia menjelaskan, proses rehabilitasi dan nornalisasi hanya dilakukan terhadap lahan yang mengalami kerusakan sedang dan ringan.
"Sedangkan yang rusak berat tidak ditangani," tandasnya.
Dia menambahkan, proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap.
"Tahap pertama seluas 572 hektare dan kita perkirakan akan selesai seratus persen pada 19 Juli ini," imbuhnya.
"Adapun lahan seluas 572 hektare ini tersebar di Kecamatan Tarutung, Purbatua, Simangumban, Adiankoting, Pahae Jae, Sipoholon, dan Kecamatan Parmonangan," tambahnya.
Sedangkan proses rehabilitas tahap II seluas 49 hektare berada di Banuaji 21 hektare, Simardangiang 20 hektare dan di Sigurunggurung 8 hektare.
"Tahap II ini memang dikerjakan secara manual karena tidak bisa alat berat," katanya.
Namun demikian pihaknya berharap proses rehabilitasi dan pengolahan lahan tahap II ini bisa seluruhnya tuntas pada Bulan Juli ini juga.
"Jadi memang kita berharap pada Bulan Juli ini pengerjaan tahap I dan II bisa tuntas sebab kita rencanakan proses tanam akan dimulai pada Bulan Agustus nanti," pungkasnya.
(CAN/RZD)