TNI AD Turun Tangan, 4.000 Pisang Barangan Merah Ditanam untuk Ketahanan Pangan Karo (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Karo – Komitmen menjaga kedaulatan negara kini berjalan selaras dengan upaya menjaga kedaulatan pangan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Yonif 904/Garamata yang berkolaborasi dengan Koperasi Lumbung Pangan Sejahtera melalui aksi penanaman 4.000 bibit pisang barangan merah di Mbal-mbal Petarum, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (15/7).
Aksi hijau yang dikemas dalam program Ketahanan Pangan (Ketapang) ini dijadikan sebagai lahan percontohan (demplot). Proyek ini menjadi simbol sinergitas dan aksi nyata TNI AD dalam pengabdiannya di sektor pangan masa depan.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Danyonif TP 904/GM Letkol Inf. Anom Wahyu Sasmita, Camat Lau Baleng Robert W Ginting, Ketua Koperasi Lumbung Pangan Sejahtera Susi Susanti Ginting, jajaran Penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Karo, serta kelompok tani setempat.
Danyonif TP 904/GM, Letkol Inf. Anom Wahyu Sasmita, menegaskan bahwa selain menjalankan tugas pokok menjaga NKRI, TNI AD menaruh perhatian besar pada penguatan lumbung pangan daerah sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Program ketahanan pangan ini adalah wujud nyata yang dikembangkan di kesatuan. Meskipun ini hal baru bagi kami, kami sangat optimis dengan dukungan berbagai pihak, program ini akan berhasil maksimal," ujar Letkol Inf. Anom di sela-sela peninjauan lahan.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memajukan ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Karo.
Di lokasi yang sama, Ketua Koperasi Lumbung Pangan Sejahtera, Susi Susanti Ginting, memaparkan bahwa tantangan terbesar petani saat ini adalah keterbatasan modal dan metode pengelolaan yang masih tradisional.
Kehadiran koperasi dirancang untuk memutus rantai masalah tersebut. Koperasi tidak hanya menyediakan bibit pisang barangan merah berkualitas bagi perorangan maupun kelompok tani, tetapi juga menyiapkan skema kemitraan (MoU) yang komprehensif.
Fasilitas Modal: Menyediakan pinjaman modal tanpa bunga untuk pengadaan pupuk.
Pendampingan Teknis: Memberikan penyuluhan dan akses informasi budidaya dari para ahli.
Jaminan Pasar: Menampung dan mengelola hasil produksi untuk memastikan stabilitas harga jual petani.
"Koperasi Lumbung Pangan Sejahtera berkomitmen penuh untuk menggerakkan perekonomian masyarakat lokal dan mendorong kemajuan petani. Kami berharap kolaborasi ini mampu mendongkrak hasil produksi sekaligus membuka peluang usaha baru yang menjanjikan," pungkas Susi.
(DIK/RZD)