BBM Langka di Samosir, Distribusi Terlambat Jadi Penyebab Antrean di SPBU

BBM Langka di Samosir, Distribusi Terlambat Jadi Penyebab Antrean di SPBU
Antrean panjang terjadi di SPBU, Samosir. (Analisadaily/Tetty Naibaho)

Analisadaily.com, Samosir - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Samosir menghentikan sementara pelayanan pengisian BBM akibat keterlambatan pasokan dari PT Pertamina Patra Niaga, Senin (20/7/2026). Di sejumlah SPBU, pengelola memasang plang bertuliskan "BBM Dalam Pengiriman" sebagai informasi kepada masyarakat.

Salah satu SPBU yang terdampak adalah SPBU Nomor 14.223.328 milik PT Karunia Putri Sejati di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan. Kekosongan stok menyebabkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di sekitar lokasi.

Sejumlah warga mengaku harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. Sebagian pengendara memilih bertahan di lokasi, sementara lainnya mencari SPBU lain yang masih memiliki persediaan BBM.

Manajer SPBU Pangururan, Bintang Hasudungan Sinaga, menjelaskan bahwa setiap hari SPBU tersebut memperoleh alokasi sekitar 32.000 liter Pertalite dan 16.000 liter Biosolar. Sementara untuk Pertamax dan Dexlite, pasokan dapat dipesan sesuai kebutuhan.

"Jatah Pertalite kami sekitar 32 ribu liter per hari dan Biosolar 16 ribu liter. Namun, terkadang alokasi Pertalite berkurang karena harus menyesuaikan kebutuhan distribusi di tiga SPBU yang ada di Kabupaten Samosir," ujar Bintang.

Menurutnya, keterlambatan distribusi juga dipengaruhi keterbatasan armada pengangkut BBM yang melayani wilayah Samosir. Kondisi itu menyebabkan mobil tangki tidak selalu tiba tepat waktu sehingga antrean kendaraan kerap terjadi di SPBU.

"Armada pengiriman juga cukup kewalahan karena harus melayani beberapa SPBU. Akibatnya, distribusi sering terlambat dan memicu antrean masyarakat," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Dermawan Sinaga, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan pengelola SPBU untuk memastikan pasokan segera tiba.

"Informasi yang kami terima, distribusi tetap berjalan dan pasokan sedang dalam perjalanan menuju SPBU di Samosir. Kondisi ini hanya bersifat sementara," kata Dermawan.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying agar distribusi yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.

Pemkab Samosir bersama Pertamina dan Polres Samosir, lanjut Dermawan, terus memantau perkembangan distribusi di lapangan guna memastikan pelayanan SPBU dapat kembali normal secepatnya.

Dengan tambahan pasokan dan kelancaran distribusi, pemerintah berharap kebutuhan BBM masyarakat di Kabupaten Samosir tetap terpenuhi serta aktivitas ekonomi dan transportasi tidak terganggu. (TN)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi