PSPI-R Gelar Ibadah Bersama, Momen Persekutuan Oikumene Dorong Tobat Sejati

PSPI-R Gelar Ibadah Bersama, Momen Persekutuan Oikumene Dorong Tobat Sejati
PSPI-R Gelar Ibadah Bersama, Momen Persekutuan Oikumene Dorong Tobat Sejati (analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com,Medan-Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) di Jalan Pengayoman Ujung, Sei Agul, Medan, Sabtu (18/7/2026). Ribuan hamba Tuhan yang tergabung dalam Perkumpulan Seluruh Pendeta Indonesia (PSPI-Raya) Kota Medan berkumpul untuk menggelar ibadah bulanan lintas denominasi. Pertemuan ini sukses menjadi wadah penyegaran rohani yang dinantikan para pendeta di tengah kesibukan pelayanan mereka.

Ketua PSPI-Raya Medan, Pdt. Parlin Purba, SH, MH, MTh, mengungkapkan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas formal di atas kertas. Sebaliknya, momen ini dirancang sebagai gerakan spiritual yang digerakkan oleh Allah agar para pendeta bisa melepaskan penat, saling menguatkan lewat fellowship (keakraban), dan membangun keintiman yang lebih mendalam dengan Tuhan. Melalui kebersamaan ini, ego antardenominasi melebur menjadi satu semangat pelayanan yang solid.
Antusiasme peserta semakin memuncak saat Pdt Rajamin Sirait, SE, naik ke mimbar untuk menyampaikan khotbah. Mengangkat tema "Pertobatan yang Sejati" yang berakar dari Kitab Roma 2:4, ia mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan kembali esensi dari pertobatan itu sendiri. Gaya penyampaiannya yang lugas dan relevan membuat pesan teologis yang berat terasa sangat menyentuh hati para hamba Tuhan yang hadir.
Dalam paparannya, Pdt Rajamin meluruskan kekeliruan yang sering terjadi di tengah masyarakat mengenai makna tobat. Menurutnya, pertobatan yang sejati bukanlah wujud ketakutan sesaat terhadap hukuman, bukan pula sekadar air mata penyesalan yang hilang keesokan harinya. Tobat yang sesungguhnya adalah respons jujur dari hati yang hancur ketika manusia menyadari betapa luar biasanya kebaikan, kemurahan, dan kesabaran Allah sepanjang hidup mereka.
Lebih lanjut, ia mengupas konsep metanoia, sebuah istilah yang merujuk pada transformasi total pada pola pikir dan akal budi manusia. Berbalik dari jalan yang salah bukan sekadar berhenti berbuat dosa, melainkan aktif mengubah cara pandang lama yang keliru menuju gaya hidup baru yang positif dan berdampak bagi sesama. "Kebaikan Allah inilah yang sebenarnya melunakkan hati yang keras, membawa kita berbalik total untuk hidup seturut kehendak-Nya," tegas Pdt Rajamin.
Sejak awal hingga akhir, ibadah mengalir dengan sangat khidmat namun tetap terasa santai. Rangkaian acara dibuka dengan doa pembuka yang penuh kuasa oleh Pdt Dr Poltak Sirait, SP, MSi, MTh. Setelah sesi khotbah dan diskusi yang interaktif, suasana semakin syahdu saat Pdt Mangapoi Marbun, MTh, memimpin doa bersama untuk mendoakan kota Medan dan kesatuan gereja.
Ibadah oikumene tersebut kemudian ditutup dengan doa berkat yang agung oleh Bishop Dr F Zendrato, MPdK. Tidak langsung pulang, para pendeta tersebut memanfaatkan momen setelah ibadah untuk saling menyapa, melakukan ramah tamah, dan berfoto bersama. Senyum sumringah di sesi foto bersama menjadi penutup manis yang menandakan eratnya persaudaraan para pemimpin rohani di Kota Medan. (js)

(NAI)

Baca Juga

Rekomendasi