Universitas Deztron Bantah Dugaan Pungutan Jalur KIP Kuliah (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Universitas Deztron Indonesia (UDI) memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan pungutan terhadap calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Menanggapi hal itu, Rektor Universitas Deztron Indonesia, Prof. Assoc. Dr. Marniati, SE, M.Kes, membantah adanya pungutan terhadap penerima KIP Kuliah. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini kampus belum menetapkan nama-nama mahasiswa yang dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa tersebut.
"Pengumuman resmi penerima KIP Kuliah baru akan disampaikan setelah ada keputusan akhir dari tim evaluator terkait kuota dan hasil verifikasi pendaftar," ujar Marniati dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8).
Ia menjelaskan, selama belum ada penetapan resmi penerima KIP Kuliah, seluruh calon mahasiswa, baik yang mendaftar melalui jalur reguler maupun yang mengajukan KIP Kuliah, masih berstatus sebagai mahasiswa reguler.
Dengan status tersebut, kata dia, mekanisme pembayaran yang berlaku masih mengikuti ketentuan jalur reguler sebagaimana diterapkan kampus.
Marniati menambahkan, apabila nantinya calon mahasiswa dinyatakan lolos sebagai penerima KIP Kuliah, maka statusnya dapat dialihkan menjadi penerima beasiswa sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, biaya yang telah dibayarkan sebelumnya tidak akan hangus, melainkan dialihkan untuk membiayai komponen yang tidak ditanggung dalam program KIP Kuliah maupun pemerintah, seperti biaya wisuda, yudisium, perlengkapan atau pakaian, serta pelatihan mandiri.
Selain itu, UDI juga memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang tidak bersedia mengikuti ketentuan jalur reguler sebelum pengumuman resmi KIP Kuliah untuk mengundurkan diri sesuai prosedur yang berlaku di kampus.
Pihak universitas berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat serta menghindari kesalahpahaman terkait proses penerimaan mahasiswa baru jalur KIP Kuliah. UDI juga membuka ruang konfirmasi dan wawancara bagi pihak yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut. (REL/WITA)











