Sosialisasi Pencegahan TB Paru Poltekes Medan Tingkatkan Pemahaman Masyarakat

Sosialisasi Pencegahan TB Paru Poltekes Medan Tingkatkan Pemahaman Masyarakat
Sosialisasi Pencegahan TB Paru Poltekes Medan Tingkatkan Pemahaman Masyarakat (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Sidikalang – Sosialisasi pencegahan penyakit TB paru kepada masyarakat di Puskesmas Pembantu (Pustu) Juma Teguh Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi memberi dampak positif.

Hasilnya nyata dan membanggakan. Masyarakat khususnya kaum perempuan telah memahami cara antisipasi penularan penyakit tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Program Studi (Prodi) Keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Medan Kampus Dairi, Jojor Silaban di Panji Bako Sitinjo, Kamis (6/8).

Contoh riil. kata Jojor, warga telah menyadari pentingnya membuka jendela rumah. Batuk tidak sembarangan dan segera memeriksakan diri atau anggota keluarga ke Puskesmas ketika batuk tidak normal.

“Warga segera memeriksakan diri ke Puskesmas bila batuk dirasa tidak normal. Batuk dan bersin juga tidak sembarangan di hadapan teman. Ventilasi dibuka”, kata Jojor.

Jojor menambahkan, masyarakat kian memahami pentingnya penggunaan masker. Bukan karena faktor musim kemarau. Tetapi merupakan cara menghindari penyebaran bibit penyakit.

“Pakai masker itu, bukan urusan gengsi. Tetapi menjaga kesehatan tubuh”, ujar Jojor.

Dijelaskan, sosialisasi dilaksanakan bekerja sama dengan Kepala Puskesmas Bunturaja Jaherbin Simamora, Juli lalu. Itu adalah bagian Pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan dirangkai dialog, sajian video pengobatan hingga pulih.

Prodi Keperawatan turut menghadirkan pembicara Risdiana Melinda Naibaho dan Perak Maruli Asi Roha Hutagalung. Keduanya tenaga pengajar di kampus PTN tersebut.

Diutarakan, saat awal sosialisasi digelar pengetahuan masyarakat tentang TB paru relatif dangkal. Ada menganggap penyakit genetik. Melalui pencerahan, mereka mengetahui, bahwa penderita tidak boleh diabaikan. Justru diberi motivasi bahkan TB paru mudah disembuhkan dengan syarat, konsumsi obat secara rutin dan tepat dosis.

Jojor menyebut, kaum perempuan menjadi sasaran sosialisasi mengingat ibu rumah tangga adalah unsur penting dalam pencegahan.

“Ibu rumah tangga adalah unsur penting dalam pencegahan penularan TB pari,” tandas Jojor.

Sebab, penyakit ini bisa menginfeksi bayi dalam kandungan, balita hingga usia dewasa. Ditambahkan, ruang tertutup termasuk rumah merupakan wadah mudah menularkan virus. Ketika seseorang batuk, virus berpotensi ke teman di dekatnya.

“Solusinya, ventilasi perlu dibuka. Buang dahak atau batuk dan bersih sebaiknya menjauh. Jangan sampai ibu hamil terkontaminasi,” kata Jojor.

Bila batuk lama sembuh, jangan enggan periksa ke dokter atau Puskesmas terdekat.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi