Analisadail.com, Medan - Salah satu resep sukses Filsafatian yang konsisten menulis lirik kritis dan relevan adalah jujur. Maksudnya, jujur menulis dengan apa yang dirasakan dan dialami langsung.
"Kita tidak punya kiat memilih diksi-diksi yang puitikal atau kiat lainnya. Kami hanya menulis lirik yang jujur sesuai dengan apa yang kami rasakan,"ungkap Filsafatian yang malam itu tampil dengan formasi lengkap, Santus (vokal,gitar), Boim (gitar, vokal), Restu (bass) dan Acie (drumm) di Acara In Release 02, Jumat (7/8/2026) di Serayu cafe and space.
Setelah diinterview, Filsafatian tampil membawakan 5 lagu yang dibuka dengan lagu "Pening Dan Berang". Filsafatian juga tampil membawakan 2 lagu yang bakal menjadi pengisi di mini album terbaru mereka yang bakal dirilis dalam waktu dekat yakni, "Protest Prayer" dan "Hanya".
Sebelumnya, pada penyelenggaraan In Release 02 dibuka dengan sesi dialog interaktif yang menghadirkan Owner ET 45 Hansen Teo. Dalam paparannya, Hansen menyampaikan, musisi atau anak band Medan harus memiliki kepercayaan diri (self confidence) dan berani bereksperimen mencoba hal baru. Misalnya mulai berani berkolaborasi lintas musisi dan lintas genre untuk menghasilkan karya baru.
"No music no life, life without music must be mistaken. Musisi atau band harus punya self confidence dan berani mencoba hal baru. Misalnya berkolaborasi dengan musisi atau band di luar genrenya agar menghasilkan karya baru yang lebih segar dan bisa diterima di segmen fan base masing-masing,"ungkap Owner ET 45 Hansen Teo.
Lebih jauh, perjalanan ET 45 yang sudah menjejak usia 4 dekade lebih di Medan, selalu memberi ruang untuk musisi dan band asal Medan dan muisis daerah. Dalam sesi dialog interaktif Hansen Teo juga kembali menegaskan komitmenya dalam mendukung muisis dan band Medan yang punya karya dalam bentuk rilisan fisik bisa dititip edarkan di gerai ET 45. Dialog interaktif juga diselingi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung cukup antusias.
Usia dialog interaktif acara yang dipandu MC Array A Argus ini dilanjutkan dengan sesi live interview band. Band pertama yang diinterview, WITA. Unit rock alternatif asal Kota Medan yang terbentuk sejak 2021 yang kini berformasikan, Hawdy Anders Laifa (drum), Riansyah (bass) dan Aldi Renaldi (vokal/gitar) ini membeberkan asal-usul nama band mereka. Nama WITA tercetus karena anak-anak WITA sering telat kalau latihan.
"Jadi kalau janji mau latihan jam waktu Indonesia mana nih? Waktu Indonesia Tengah (WITA),"ungkap Hawdy, Riansyah dan Aldi.
Selesai live interview, WITA langsung tampil tancap gas membawakan 5 lagu dari repetoir debut mini album perdana mereka bertitel "Memoir Of The Music Man" dan menutup penampilan yang cukup energik dengan singel "Son Of Adam".











