Minat Pelajar Indonesia Kuliah di Taiwan Semakin Tinggi, THEFI 2026 Dipadati Pengunjung

Minat Pelajar Indonesia Kuliah di Taiwan Semakin Tinggi, THEFI 2026 Dipadati Pengunjung
Pembukaan THEFI 2026 yang Dipadati Pengunjung (Analisadaily/nirwansyah sukartara)

Analisadaily.com, Medan - Minat pelajar Indonesia melanjutkan pendidikan tinggi ke Taiwan terus menunjukkan peningkatan. Data terbaru Taipei Economic and Trade Office (TETO) mencatat sebanyak 24.120 pelajar Indonesia saat ini menempuh pendidikan di Taiwan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 19.000 orang berada pada jenjang S1, S2 dan S3. Selebihnya mengikuti pendidikan vokasi, program bahasa dan berbagai jenjang pendidikan lainnya.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Citra Alumni Taiwan (ICATI) se-Indonesia, Hengky Lau, saat pembukaan Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026 di Grand Mercure Medan, Minggu (9/8/2026).

"Menurut data terbaru dari Taipei Economic and Trade Office, saat ini terdapat 24.120 pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Taiwan. Sekitar 19.000 di antaranya menempuh pendidikan S1, S2, dan S3," kata Hengky.

Menurutnya, angka tersebut bahkan belum mencakup mahasiswa Indonesia yang mengikuti program magang di Taiwan selama satu hingga dua tahun.

Hengky menilai tingginya jumlah mahasiswa Indonesia di Taiwan menunjukkan semakin kuatnya hubungan pendidikan kedua pihak sekaligus meningkatnya kepercayaan generasi muda terhadap kualitas perguruan tinggi di Taiwan.

Taiwan, kata dia, memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi pertimbangan pelajar Indonesia, mulai dari kualitas pendidikan, kemajuan riset dan teknologi, lingkungan belajar yang inovatif, hingga biaya pendidikan yang relatif terjangkau.

"Taiwan menawarkan pendidikan berkualitas tinggi, lingkungan yang aman, serta beasiswa yang berlimpah. Kami yakin Taiwan dapat menjadi tempat terbaik bagi anak-anak bangsa untuk meraih masa depan," ujarnya.

Tak hanya beasiswa dan pendidikan, mahasiswa asing di Taiwan juga mendapat kesempatan bekerja secara legal selama menjalani perkuliahan dengan batas maksimal 20 jam per pekan. "Kalau di Taiwan, kita kuliah boleh part time kerja. Seminggu hanya boleh 20 jam dan itu resmi, legal," katanya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu keunggulan Taiwan dibandingkan sejumlah negara tujuan pendidikan lainnya. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga dapat mendapatkan pengalaman kerja sekaligus membantu memenuhi kebutuhan selama kuliah.

Lingkungan Taiwan yang semakin ramah terhadap mahasiswa Muslim juga menjadi daya tarik tersendiri. Sejumlah perguruan tinggi telah menyediakan musala, sementara restoran dan makanan halal semakin mudah ditemukan.

"Di Taiwan sekarang sudah ramah Muslim. Universitas juga banyak yang menyediakan musala untuk salat. Makanan halal juga sudah banyak, termasuk restoran halal," ujarnya.

Hengky berharap semakin banyak pelajar Indonesia memanfaatkan peluang pendidikan tersebut, termasuk untuk menguasai bahasa Mandarin yang dinilainya semakin penting di tengah berkembangnya hubungan bisnis dengan negara-negara berbahasa Mandarin.

46 Universitas Hadir di Medan

Sementara itu, Ketua ICATI Sumatera Utara Dodi Huang mengatakan THEFI merupakan pameran pendidikan yang digelar ICATI se-Indonesia bersama ICATI Sumut. Kegiatan tersebut didukung University Entrance Committee for Overseas Chinese Students (UECFOCS), Kementerian Pendidikan Taiwan, serta TETO.

Menurut Dodi, 46 universitas negeri dan swasta Taiwan hadir langsung di Medan untuk memberikan informasi mengenai program studi, beasiswa, pertukaran pelajar hingga peluang karier.

Pameran tersebut juga menjadi kesempatan bagi calon mahasiswa dan orang tua untuk berkonsultasi langsung dengan perwakilan perguruan tinggi sebelum menentukan pilihan.

"Ini merupakan pameran kelima dari lima kota besar di Indonesia dan menjadi pameran terakhir tahun ini. Kami berharap pameran hari ini dapat membantu para pelajar menemukan universitas yang paling sesuai dengan minat dan cita-cita mereka," kata Dodi.

THEFI 2026 sebelumnya digelar di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Secara keseluruhan, 65 universitas Taiwan berpartisipasi dalam rangkaian pameran di lima kota tersebut, dengan 46 universitas hadir langsung di Medan.

Dodi berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang promosi perguruan tinggi Taiwan, tetapi juga membantu pelajar Indonesia memilih pendidikan yang sesuai dengan minat, potensi dan cita-cita mereka.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Representative Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta Bruce Hung dan Chairperson University Entrance Committee for Overseas Chinese Students (UECFOCS) Su Yuh-Long.

Beasiswa Buka Jalan Gabrielle Kuliah ke Taiwan

Salah satu pelajar yang merasakan langsung manfaat peluang tersebut adalah Gabrielle Angela, lulusan SMA Methodist 3 Medan. Ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S1 di Taiwan.

Gabrielle mengaku sangat senang mendapatkan beasiswa tersebut. Meski bantuan diberikan satu kali, menurutnya beasiswa itu tetap menjadi kesempatan berharga karena dapat membantu mewujudkan rencananya melanjutkan pendidikan ke Taiwan.

"Saya sangat senang karena beasiswa tersebut. Meskipun hanya diberikan sekali, itu merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi saya karena cukup membantu untuk melanjutkan studi ke Taiwan," ujar Gabrielle.

Ia memilih College of Management. Program tersebut menarik perhatiannya karena mahasiswa tidak langsung diarahkan pada satu bidang tertentu.

Pada tahun pertama, mahasiswa mempelajari manajemen secara umum. Selanjutnya, mereka dapat memilih konsentrasi yang lebih spesifik seperti Information Management, Finance, Business, atau International Business.

"Jadi tahun pertama mereka belajar general management, kemudian tahun kedua kita bisa memilih mau lebih fokus ke information management, finance, business, atau international business. Kita bisa memilih, sehingga wawasan yang didapat juga lebih banyak," katanya.

Ketertarikan Gabrielle terhadap pendidikan Taiwan sebenarnya telah muncul sejak mengikuti THEFI 2024. Saat itu, ia memperoleh informasi langsung mengenai program pendidikan yang ditawarkan salah satu universitas Taiwan. Penjelasan tersebut membuatnya tertarik hingga akhirnya memutuskan mengambil program tersebut.

"Dua tahun lalu saya datang ke sini, ke THEFI 2024. Dari penjelasan sekolahnya membuat saya tertarik. Mereka menjelaskan programnya dan saya memutuskan untuk mengambil program ini," ujarnya.

Beasiswa yang diperolehnya, kata Gabrielle, diperuntukkan bagi pelajar berprestasi dari keluarga sederhana. Karena itu, prestasi menjadi salah satu pertimbangan untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

(NS/BR)

Baca Juga

Rekomendasi