Sempat jadi Pekerja Proyek, Andika Nainggolan Akhirnya Masuk Akmil AD

Sempat jadi Pekerja Proyek, Andika Nainggolan Akhirnya Masuk Akmil AD
Sempat jadi Pekerja Proyek, Andika Nainggolan Akhirnya Masuk Akmil AD (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Sidikalang - Andika Nainggolan beralamat di Juma Sianak, Desa Huta Rakyat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, adalah salah seorang peserta dinyatakan lulus seleksi Taruna Akademi Militer Angkatan Darat (Akmil-AD) 2026.

Ibu Andika, Lenny Magdalena Silalahi (49) membenarkan kabar suka dimaksud, Jumat (7/8). Lenny menyebut, perjuangan meraih kemenangan terbilang berat. Hanya mengandalkan buku panduan, info internet, dan bimbingan seorang tentara di Gaperta Medan. Persiapan bukan lewat bimbingan belajar (bimbel), tetapi mandiri selama 6 bulan sejak Januari.

“Andika mengandalkan persiapan mandiri di Medan. Berbekal buku panduan, info internet dan arahan seorang tentara,” ujar Lenny.

Pun begitu, semua dilakukan secara serius. Menurut Lenny, putra sulung dari 3 bersaudara itu memang demikian. Kegiatan ditempuh sungguh-sungguh. Semisal, untuk tes fisik, mampu dituntaskan lebih cepat dari ketentuan.

Diterangkan, Andika adalah alumni SMA St Petrus Sidikalang tahun 2025. Dia ikut tes tahun kemarin. Namun tereliminasi pada tahapan pantukhir daerah.

“Andika kalah di tahapan patukhir daerah 2025,” ujar Lenny.

Realitas pahit tidak membuat impian surut. Pemuda ini menyampaikan tekadnya kepada ayah, Nikson Nainggolan (54), tarung lagi tahun depan.

Kendati tersisih, Andika tetap semangat. Waktunya banyak dipakai membantu Nikson menjaga tangkahan batu (galian C) di Lau Baleng, Kabupaten Karo, milik PT Sabarita Perkasa Abadi (SPA).

“Kalau Pak Nikson kerjanya menjaga tangkahan di Lau Baleng. Pulangnya 1 kali seminggu. Terkadang, bisa 1 kali 2 minggu bila pekerjaan padat. Andika juga sempat ikut ke sana,” kata Lenny.

Penuturan Lenny, Andika ikut kerja proyek di Palembang, Sumatera Selatan. Menemani ayahnya sesuai kemampuan. Sesuai jenjang pendidikan, jual keringat. Yang penting dapat uang.

“Andika kerja proyek di Palembang. Ia tak gengsi demi meringankan beban orang tua,” kata Lenny.

Kembali ke persiapan, Lenny menyebut, mengontrak kamar kos di dekat kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Tidak minder kala bertemu para mahasiswa.

Andika, kata Lenny, memang hanya punya cita-cita jadi tentara. Mimpi itu dikemukakan sejak duduk di bangku SD. Dan, ambisinya kian mengkristal ketika duduk di kursi SMA.

Lewat percakapan telepon, kata Lenny, Andika selalu meyakinkan bunda, 1 kursi taruna akan diraih si buah hati. Saat kompetisi dilaksanakan, Andika berhasil menyelesaikan tantangan dengan nilai bagus. Itu membuat keluarga optimis bahwa putra tercinta bakal tampil menjadi the winner.

“Untuk tes tahun ke m-2, kami tidak pernah cemas. Orang tua senantiasa tenang mendengar setiap tahapan. Tentunya disertai doa,” kata ibu rumah tangga ini.

Catatan wartawan, 2 putra Dairi memenangkan seleksi nasional Akmil AD. Termasuk Bayu Christian Tumanggor beralamat di Perumahan Lae Mbulan, Kecamatan Sitinjo, alumni SMAN 2 Sidikalang tahun 2025.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi