Puluhan Eks Napiter foto bersama usai mengikuti Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Percut Seituan- Sebanyak 40 mantan narapidana kasus terorisme (Eks Napiter) mengikuti upacara bendera memperingati hari kemerdekaan ke 81 Republik Indonesia (RI) bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di lapangan Astaka, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Senin (17/8/2026).
Mengenakan pakaian komunitas Identifikasi Sosial (Idensos) berwana biru, puluhan Eks Napiter teroris yang merupakan binaan Densus 88 AT Satgaswil Sumatera Utara, tampak dengan khidmat mengikuti jalannya upacara pengibaran bendera merah putih hari kemerdekaan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan diikuti satuan peserta lainnya.
"Hari ini alhamdulillah kita bersama-sama melaksanakan merayakan HUT NKRI ke 81, jadi kita ikut melaksanakan kegiatan upacara bendera kemerdekaan, "kata Roni Samsuri salah seorang Eks Napiter pada wartawan, Senin (17/9/2026).
Roni juga mengatakan, jika upacara bendera kemerdekaan ini merupakan momen yang paling berkesan bagi dirinya dan rekan sesama mantan Napiter dikarenakan mereka bisa mengikuti upacara bendera di hari kemerdekaan.
Roni, sebagai salah satu orang yang pernah memusuhi dan menghianati negara ini juga berharap dan berpesan kepada seluruh generasi muda bangsa untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Menurutnya, generasi muda bangsa boleh mengkritik pemerintah dengan aksi-aksi demontrasi tetapi harus tertib seusai dengan undang-undang dan peraturan yang ada di Indonesia.
Roni sendiri telah bebas dari masa tahan pada tahun 2022 lalu sejak ditangkap pada tahun 2019. Sebelumnya Roni merupakan pendiri jaringan ISIS di Sumatera Utara.
"Ada pesan dan harapan dari kami dari eks napiter. Kami adalah orang-orang yang pernah memerangi dan memusuhi negeri ini kami adalah orang-orang yang pernah membenci negeri ini, tapi setelah kami mengetahui betapa ini kami lahir di negeri ini dan ini adalah tanah air kami, ini adalah tumpah darah kami, maka kami berharap kepada seluruh anak bangsa untuk menjaga integritas ini, kita jaga kedaulatan negri ini agar sama-sama selamat sentosa, "ujar Roni.
"Para pelaksana negara, pemerintah dan sebagainya yang kurang bijak boleh dikritisi tapi kita wajib juga memberikan solusinya, lahir dari kecintaan negeri ini kita wajib dan berhak untuk memperbaiki negeri ini dengan kritik saran kepada pemerintahan. Tapi kalau kita mengkritik pemerintah itu dalam rangka karena kebencian kita terhadap sosok tertentu, terhadap oknum tertentu, terhadap orang-orangnya, maka itu kita tengah mengkhianati negeri ini. Mari kita sama-sama menjaga negeri ini, kita bangun negri ini, silakan kritik, silahkan kita protes, silahkan demontrasi tapi harus tertib seusai dengan undang-undang dan peraturan yang ada, "pungkasnya.
(YY)