Suara dari Balik Lensa: Mengenang Bencana Sumatera Lewat Seni Visual yang Menggugah (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan menggelar pameran foto bertema "Prahara Pulau Emas" di Atrium Utara Plaza Medan Fair, Kota Medan, mulai Rabu (19/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026).
Saat itu, dipamerkan 140 foto dari 45 fotografer PFI se-Indonesia tentang bencana bencana banjir Sumatera yang terjadi di provinsi, masing-masing Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh.
Kegiatan yang digelar tepat pada hari Fotografi Dunia setiap 19 Agustus tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dengan menghadirkan sejumlah kepala dinas (dinas) dan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
Menurut Rico Waas, foto-foto khususnya yang disuguhkan di pameran PFI Kota Medan ini memberikan makna dan pesan mendalam bagi kita, terutama yang berdomisili di Sumut, Sumbar dan Aceh.
"Sebuah foto menceritakan banyak hal dan memberikan pesan bagaimana kita harus merawat bumi, merawat daerah sekitar, dan bagaimana harus terus berjuang untuk bumi dan daerah yang kita cintai," ujarnya didampingi ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Farianda Putra Sinik kepada sejumlah media, Rabu (19/8/2026).
Dikatakan, foto juga menyampaikan pesan bagaimana kita harus bangkit kembali dan bisa seperti semula. Menurutnya, karya-karya ini bukan sekadar dokumentasi, tapi merupakan sebuah karya seni. Karya-karya jurnalistik yang membawa pesan tentunya bisa terus dilihat dan menjadi konsumsi baik secara akademisi maupun artistik untuk dinikmati hingga masa akan datang. Termasuk sebagai pengingat tentang Sumut, Aceh, maupun Sumbar yang pernah mendapat cobaan bencana luar biasa. "Insya Allah ke depan hal itu tidak terjadi lagi," harapnya.
Rico Waas memastikan Pemko Medan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pewarta foto di Indonesia, khususnya PFI Kota Medan yang terus berjuang memberikan informasi secara visual. Semoga kawan-kawan PFI tetap sehat, diberikan kekuatan dan selalu dilindungi Tuhan yang Maha Kuasa.
Para fotografer, sebutnya, merupakan orang-orang hebat yang memiliki pikiran-pikiran luar biasa dan memiliki esensi tentang bagaimana menangkap sebuah momen. Fotograger mempunyai feeling luar biasa.
“Kami berharap pameran seperti ini bisa terus dilaksanakan, dan kami siap berkolaborasi. Terserah mau pameran di mana, kami coba siapkan tempat yang baik. Bahkan kalau perlu, kita bongkar cerita-cerita dari sebuah hasil foto. Membongkar cerita-cerita teknisnya, bagaimana cerita di belakang itu, atau mungkin masa depan foto seperti apa,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PFI Kota Medan Riski Cahyadi menyebut, pameran kali ini dihelat PFI di tiga lokasi yakni, Medan, Aceh dan Padang (Sumbar) dengan tema “Prahara Pulau Emas”. “Khusus di Medan, kami tampilkan 140 foto karya 45 pewarta foto tergabung dalam PFI Medan, Padang, Aceh dan Jakarta,” ungkapnya.
Melalui pameran yang digelar, imbuhnya, mampu menggugah hati masyarakat. Artinya apa? Diharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. “Tapi kita juga sadar bahwas bencana ini pasti punya faktor. Kalau kami melihat akibat kerusakan lingkungan. Nah, melalui pameran ini kita berpesan masyarakat sadar untuk menjaga lingkungan. Contohnya dengan menanam pohon, jangan menebang pohon dan lainnya,” jabarnya.
Riski menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para donatur yakni MataWaktu, PLN Mobile, Pelindo Multi Terminal, Agincourt, Kojam, SKK Migas, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona I, BRI, Plaza Medan Fair, XL Smart dan lainnya.
Turut menyampaikan sambutan, Koordinator Wilayah Sumatera PFI Hendra Syamhari, Mal Director Plaza Medan Fair, Lisa Chandra. Kegiatan dirangkai penandatanganan dan penyerahan buku foto jurnalistik dilakukan Walikota Medan Rico Waas, Ketua PFI Kota Medan Riski Cahyadi, pemberian bantuan kepada sejumlah anak yatim piatu dan lainnya.
Juga turut menyampaikan sambutan, Ketua Panitia Pameran Dr Irsan Mulyadi.
(HEN/RZD)