Pesta Rakyat dan Gebyar Tabungan Pundi BPR NBP yang digelar sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat. (Analisadaily/adelina)
Analisadaily.com, Deli Tua - Suasana meriah memenuhi Aula Serba Guna Wisma Persada Deli Tua, Kamis (20/8/2026). Ribuan masyarakat, nasabah, serta calon nasabah menghadiri Pesta Rakyat dan Gebyar Tabungan Pundi BPR NBP yang digelar sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mempererat hubungan antara BPR NBP dengan masyarakat.
Direktur Utama BPR NBP, Hendi Apriliyanto, didampingi jajaran direksi BPR NBP 20 Deli Tua, Riva’i Hutauruk, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lebih dekat kiprah BPR NBP yang telah hadir selama 35 tahun dalam mendukung perekonomian masyarakat.
“BPR NBP sudah berdiri sejak 10 November 1989 dan berawal dari Siborong-Borong, Sumatera Utara. Perjalanan panjang ini dibangun dari kepercayaan masyarakat hingga berkembang menjadi NBP Holding dengan sejumlah anak perusahaan, termasuk BPR NBP 20 Deli Tua,” ujar Hendi, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, Pesta Rakyat dan Gebyar Tabungan Pundi merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi nasabah, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal layanan BPR NBP lebih dekat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari perjalanan BPR NBP. Nasabah maupun masyarakat yang belum menjadi nasabah dapat menikmati kemeriahan acara ini,” katanya.
Dalam acara tersebut, BPR NBP menyiapkan total hadiah senilai Rp3,3 miliar yang akan diberikan melalui program Gebyar Tabungan Pundi. Beragam hadiah menarik disiapkan, mulai dari kendaraan roda empat, sepeda motor, laptop, telepon genggam, hingga hadiah lainnya.
Hendi menjelaskan, program tabungan berhadiah ini memiliki konsep yang memberikan peluang lebih besar kepada masyarakat. Dengan saldo tabungan mulai dari Rp100 ribu, masyarakat sudah dapat mengikuti program tersebut.
“Untuk mendapatkan kesempatan hadiah utama, nasabah cukup memenuhi ketentuan saldo tertentu. Misalnya, hadiah mobil diberikan kepada nasabah dengan saldo minimal sesuai ketentuan program. Kesempatan ini kami buat agar masyarakat memiliki peluang yang lebih luas,” jelasnya.
Hendi menuturkan, perjalanan BPR NBP juga tidak terlepas dari perubahan paradigma masyarakat terhadap keberadaan Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Jika sebelumnya BPR lebih dikenal sebagai bank pasar atau bank perkreditan rakyat, kini perannya semakin berkembang dalam memberikan layanan keuangan yang lebih luas.
“BPR bukan hanya bicara soal kredit kecil. Kami juga dapat mendukung pembiayaan usaha yang lebih besar sesuai dengan kapasitas dan aturan yang berlaku. Perbedaannya dengan bank umum hanya pada beberapa layanan tertentu seperti giro,” ungkapnya.
BPR NBP selama ini fokus memberikan layanan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memberikan edukasi agar masyarakat dapat mengelola keuangan secara sehat.
“Kami tidak ingin memberikan pinjaman secara agresif tanpa melihat kemampuan nasabah. Yang menjadi perhatian utama adalah kemampuan pembayaran atau repayment, bukan hanya jaminan,” kata Hendi.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut menjadi salah satu filosofi BPR NBP dalam membantu masyarakat agar mendapatkan pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Dengan pengalaman selama puluhan tahun, BPR NBP telah melayani masyarakat di berbagai daerah. Saat ini NBP Holding memiliki jaringan dan anak perusahaan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Hendi menyebut, sekitar 40 persen nasabah BPR NBP berasal dari sektor UMKM. Ke depan, perusahaan juga terus mendorong pengembangan layanan agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Perkembangan zaman menuntut bank untuk terus beradaptasi. Kami sedang melakukan penguatan layanan berbasis teknologi agar masyarakat semakin mudah bertransaksi dengan BPR NBP,” ujarnya.
Selain layanan keuangan, BPR NBP juga memiliki perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat, termasuk membuka peluang bagi pelaku usaha perempuan dan kelompok masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan produktif.
Memasuki usia 35 tahun, BPR NBP telah melewati berbagai tantangan ekonomi, mulai dari krisis 1998 hingga dinamika ekonomi global saat ini. Hendi menyebut kekuatan utama perusahaan berada pada kekompakan antara manajemen, karyawan, dan kepercayaan nasabah.
“Yang membuat kami bisa bertahan sampai sekarang adalah rasa memiliki dari seluruh karyawan dan manajemen. Semua bergerak bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Ke depan, BPR NBP juga akan mengikuti kebijakan konsolidasi industri perbankan sesuai arahan regulator, termasuk rencana penguatan struktur melalui proses merger beberapa BPR dalam ekosistem NBP.
“Kami melihat konsolidasi ini sebagai langkah untuk memperkuat BPR agar semakin besar, sehat, dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujar Hendi.
Melalui Pesta Rakyat dan Gebyar Tabungan Pundi, BPR NBP berharap hubungan dengan masyarakat semakin kuat serta semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat layanan keuangan yang inklusif.
“Harapan kami, masyarakat tidak ragu untuk menjadi bagian dari BPR NBP. Kami hadir bukan hanya sebagai tempat menyimpan dana atau mendapatkan pembiayaan, tetapi sebagai mitra dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutup Hendi.
(DEL)