Cegah Stunting, Dosen Farmasi USU Latih Warga Olah ikan Tongkol Jadi Abon dan Nugget (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Pantai Labu - Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang memiliki potensi sumber daya alam melimpah. Khususnya sektor perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan bergizi.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Perintis, Tim Dosen dan Mahasiswa Fakultas Farmasi USU mengajak masyarakat Desa Paluh Sibaji untuk memanfaatkan sumber daya tersebut secara optimal, dengan mengolah ikan menjadi abon dan nugget yang bergizi dan bernilai ekonomi.
Pemanfaatan hasil perikanan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Serta membuka peluang pengembangan usaha masyarakat melalui pengolahan sumber daya lokal yang tersedia di desa tersebut.
Ikan tongkol sisik merupakan salah satu sumber daya perikanan yang banyak ditemukan di wilayah pesisir Desa Paluh Sibaji, Pantai Labu. Ikan ini memiliki kandungan gizi yang baik. Terutama protein hewani, serta berbagai vitamin dan mineral yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selama ini, pemanfaatan ikan tongkol sisik di daerah tersebut masih didominasi sebagai bahan pangan sehari-hari dan belum banyak dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Melihat potensi tersebut, Tim pengabdian hadir membawa inovasi pengolahan ikan tongkol sisik menjadi Abon dan Nugget Ikan yang praktis, higienis, bergizi, dan memiliki nilai ekonomi.
“Pengembangan kedua produk ini diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal pesisir tetapi juga mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya sebagai salah satu upaya pencegahan stunting, serta membuka peluang pengembangan usaha bagi masyarakat Desa Paluh Sibaji” papar Ketua Tim Pengabdian dari Fakultas Farmasi USU apt. Nur Aini Khairunnisa, S.Farm., M.Farm., saat kegiatan berlangsung, Jumat (28/8/2026).
Pada pengabdian tersebut, peserta merupakan kelompok para Ibu yang memiliki anak balita. Mereka mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan antusias. Mulai dari penyiapan bahan untuk workshop pembuatan Abon Ikan dan Nugget Ikan, hingga pengemasan menggunakan standing pouch yang praktis untuk menjaga kualitas produk.
Selain tahapan produksi, tim pengabdian juga menyajikan materi mengenai kandungan gizi dan manfaat kesehatan dari ikan tongkol sisik. Cara pembuatan produk dan pengemasan, serta analisis seberapa jauh manfaat dari produk yang dihasilkan, sehingga para peserta tidak hanya dapat membuat produk Abon dan Nugget Ikan, tetapi juga memahami potensi yang besar dari hasil perikanan yang melimpah di kawasan setempat.
Sekretaris Desa Paluh Sibaji, Endah menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian Fakultas Farmasi USU.
“Saya dan para Ibu di Desa Paluh Sibaji sangat berterima kasih kepada tim pengabdian Fakultas Farmasi USU. Selama ini, kami belum tahu bagaimana mengolah ikan tongkol sisik jadi produk bernilai dan bermanfaat. Kami juga tidak menyangka bahwa ikan dapat diolah menjadi produk seperti Abon dan Nugget Ikan yang dapat memberikan manfaat, terutama sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting di desa kami ini,” paparnya dalam sambutannya.
Pengabdian tersebut turut didukung Tim Dosen Fakultas Farmasi USU yang diketuai oleh apt. Nur Aini Khairunnisa, S.Farm., M.Farm., dengan anggota Prof. Dr. Sumaiyah, M.Si., Apt., Dr. Apt. Henny Sri Wahyuni, S.Farm., M.Si., apt. Dra. Singgar Ni Rudang, M.Si., serta Lisda Rimayani Nasution, S.Farm., M.Si., Apt.
Tim dosen turut berperan dalam merancang kajian kandungan gizi dan farmakoekonomi produk, serta akan melanjutkan pendampingan untuk mendukung pengembangan dan pemasaran Abon Ikan dan Nugget Ikan secara lebih luas melalui media sosial dan marketplace.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen turut dibantu oleh mahasiswa Fakultas Farmasi USU, yaitu Putri Sonia Wittenia Saragih, Aisha Putri Kirana, Hana Mayori, Hafiz Maulana, dan Muhammad Zaidan Aqli.
Pengabdian tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), melalui optimalisasi sumber daya lokal pesisir menjadi produk pangan fungsional yang higienis, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan.
(MC/RZD)