Fakultas Teknik dan Fasilkom-TI USU mengajak siswa SMAN 7 Medan menelusuri jejak warisan budaya lewat 'Medan Simpang' Heritage Trails. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Sebanyak 40 siswa SMP Negeri 7 Medan diajak mengenal warisan budaya Kota Medan melalui program Medan Simpang Heritage Trails, Jumat (7/8). Kegiatan yang digagas tim dari Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) Universitas Sumatera Utara (USU) itu bertujuan menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap sejarah, arsitektur, budaya, dan identitas kota.
Melalui dokumentasi rumah panggung Melayu, sungai, masjid tua, jalur rel kereta api lama, hingga berbagai elemen kehidupan sehari-hari di kawasan Silalas, para siswa diperkenalkan bahwa warisan budaya tidak hanya berada di istana atau bangunan monumental, tetapi juga hidup di lingkungan yang mereka temui setiap hari.
Dalam kesempatan itu, tim juga memperkenalkan Medan Simpang, sebuah platform digital walking trails yang memandu masyarakat menjelajahi titik-titik warisan budaya di Kota Medan. Platform tersebut mendokumentasikan rumah panggung Melayu, bangunan bersejarah, ruang publik, sungai, makam, hingga berbagai situs yang menjadi bagian dari identitas kota.
Nama Medan Simpang dipilih karena kata "simpang" lekat dengan Kota Medan dan mencerminkan kota ini sebagai titik pertemuan berbagai budaya, etnis, serta aktivitas perdagangan sejak ratusan tahun silam.
Ketua Tim Medan Simpang Heritage Trails, Dr. Salmina Wati Ginting, mengatakan aplikasi olahraga berjalan kaki maupun aplikasi tentang warisan budaya sudah banyak tersedia. Namun, platform yang menggabungkan aktivitas berjalan kaki dengan pembelajaran sejarah dan budaya masih sangat terbatas.
"Melalui Medan Simpang, masyarakat diajak berjalan kaki sambil mengenal sejarah dan warisan budaya Kota Medan. Jadi bukan hanya berolahraga, tetapi juga menambah pengetahuan," ujarnya.
Program ini dikembangkan bersama Ryandika Afdila, ST., M.Eng.Sc., Nurrahmadayeni, M.Kom., serta mitra internasional Prof. Johannes Widodo dari National University of Singapore. Tim meyakini pelestarian warisan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau akademisi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda sebagai pewaris kota.
Wakil Kepala SMP Negeri 7 Medan Bidang Kurikulum, Nurfuadi Zain, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini memberikan perspektif baru kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
"Kami sangat senang SMP Negeri 7 Medan menjadi salah satu sekolah yang terlibat dalam Medan Simpang Heritage Trails. Program ini membuka wawasan siswa bahwa lingkungan tempat mereka tinggal memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting untuk dikenali dan dilestarikan," katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mengenal sekaligus memiliki kepedulian terhadap warisan budaya Kota Medan, sehingga identitas dan sejarah kota dapat terus terjaga di tengah perkembangan zaman. (REL/WITA)











